sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Forum bisnis Indonesia-Rusia hasilkan 13 kesepakatan

Forum bisnis Indonesia-Rusia ini difokuskan dalam investasi, perdagangan dan pariwisata.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 02 Agst 2019 11:05 WIB
Forum bisnis Indonesia-Rusia hasilkan 13 kesepakatan

Forum bisnis Indonesia-Rusia yang digelar di Moskow, Kamis, menghasilkan setidaknya 13 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pelaku bisnis dari kedua negara.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh sejumlah pejabat, antara lain Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Federasi Rusia Alexey V. Gruzdev.

"Ada beberapa sektor usaha pada MoU yang ditandatangani hari ini, mulai dari furnitur, palm sugar (gula aren) dan produk makanan lainnya seperti Mayora," kata Dubes Wahid di sela-sela kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Rusia di Moskow, Kamis (1/8).

Wahid menjelaskan kedua negara dalam Kelompok G20, yakni Rusia peringkat 12, sementara Indonesia peringkat 16 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia. Namun demikian, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia masih relatif kecil yakni hanya US$2,6 miliar.

“Diperkirakan masih kurang dari US$5 miliar pada 2020," kata Wahid.

Wahid menjelaskan, meski nilai perdagangan belum tercapai seperti yang diproyeksikan, minat pelaku usaha Rusia untuk menanamkan modal di Indonesia terbilang tinggi.

Pelaku usaha di kedua negara menyepakati 13 nota kesepahaman, salah satunya menyangkut pembelian arang batok kelapa (coconut shell charcoal) antara PT Dian Niaga Yogyakarta dan Intro Grup LTD/Point Art Russia.

Selain itu, kerja sama juga mencakup sektor bisnis obat-obatan herbal, agar-agar, brown sugar organic, dekorasi rumah dan furnitur, proyek konstruksi hingga pembangunan pabrik tepung pati.

Sponsored

PT Mayora Indah juga melakukan penjualan produk biskuit dan permen kopi dengan nilai kesepakatan mencapai US$2,5 juta dolar AS. Forum bisnis Indonesia-Rusia ini diharapkan berdampak pada kolaborasi dan penguatan kerja sama dalam investasi, perdagangan dan pariwisata.

Sementara itu, penyelenggaraan Festival Indonesia 2019 di Moskow pada 2-4 Agustus, akan digelar di taman seluas 16,5 hektare yang berada di pusat ibu kota Rusia tersebut.

Festival Indonesia yang diadakan di Moskow untuk keempat kalinya tersebut dinilai akan berdampak positif bagi ekonomi dan perdagangan, pariwisata, dan pemahaman masyarakat Rusia atas Indonesia.

Selanjutnya diharapkan banyak transaksi dagang dan MoU bidang ekonomi serta tren kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia yang terus meningkat.

Festival di Taman Krasnaya Presnya itu akan diisi berbagai kegiatan, dari kuliner hingga workshop membatik dan dari masalah wisata hingga pendidikan tinggi. Taman yang dibangun 1932 tersebut merupakan monumen dan sejarah arsitektur Rusia yang menjadi salah satu tempat berkumpul warga kota. (Ant)