sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Garuda Indonesia cairkan dana penerbitan OWK Rp1 triliun

Pencairan dana hasil penerbitan OWK tersebut, mengacu pada perjanjian penerbitan OWK pada akhir 2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 09 Feb 2021 14:35 WIB
Garuda Indonesia cairkan dana penerbitan OWK Rp1 triliun

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyelesaikan proses pencairan dana hasil penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp1 triliun.

Pencairan dana hasil penerbitan OWK tersebut, mengacu pada perjanjian penerbitan OWK pada akhir 2020, yang telah disepakati antara Garuda Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana investasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun yang telah diselesaikan proses pencairannya, menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia, untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja.

"Hal ini sejalan dengan kinerja fundamental operasional perusahaan, yang secara konsisten terus menunjukan pertumbuhan yang positif," kata Irfan dalam keterangan resminya, Selasa (9/2).

Pencairan dana hasil penerbitan OWK ini telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam jangka pendek dan menengah.

Irfan memastikan pencairan ini dilakukan pihaknya dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG). Sehingga, penggunaan dana hasil OWK ini dapat berjalan tepat guna sesuai kebutuhan Perusahaan.

Sebagaimana yang telah disepakati bersama, dana yang diperoleh dari penerbitan OWK ini akan digunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta pembiayaan operasional perusahaan.

Adapun mengacu pada persetujuan penerbitan OWK yang telah diperoleh perusahaan dengan nilai sebesar maksimum Rp8,5 triliun dan dengan tenor maksimum tujuh tahun, implementasi pencairan dana OWK yang telah terlaksana pada 4 Februari 2021 adalah sebesar Rp1 triliun dengan tenor selama tiga tahun.

Sponsored

Sebagai informasi, hingga awal kuartal IV-2020, Garuda Indonesia mencatatkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi. Pada November 2020, Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah penumpang lebih dari 1,04 juta penumpang yang meningkat cukup signifikan dari masa awal pandemi.

Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20% dari awal kuartal IV-2020, menjadi 24.600 ton angkutan kargo.  

Dari aspek pengelolaan biaya produksi Perusahaan, Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan upaya strategis, yang salah satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya. Dengan upaya tersebut, penghematan per bulannya yang dapat diperoleh mencapai sebesar US$15 juta  

“Dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini, kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini dapat menunjang fokus akselerasi kinerja perseroan secara konsisten” tutur dia.

Berita Lainnya

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB