sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gasifikasi batu bara berpotensi pangkas subsidi elpiji

Proses gasifikasi adalah mengubah batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang fungsinya menjadi substitusi LPG.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Sabtu, 15 Jan 2022 20:26 WIB
Gasifikasi batu bara berpotensi pangkas subsidi elpiji

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong gasifikasi batu bara guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Proses gasifikasi adalah mengubah batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang fungsinya menjadi substitusi liquified petroleum gas (LPG) alias elpiji. 

"Kalau kita hanya mengekspor bahan bakunya saja, sama seperti zaman Belanda. Oleh karena itu, batu bara harus digasifikasi di Indonesia. Batu bara kalau digasifikasi bisa menjadi DME, pengganti elpiji yang hari ini harganya naik 78%," ujar Erick, di sela-sela talkshow Transformasi Digital: Menakar Kebijakan Pemerintah dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global, di Universitas Muhammadiyah Malang, yang disaksikan secara daring, Sabtu (15/1). 

Menurut Erick, tingginya harga elpiji lantaran saat ini Indonesia masih impor. Indonesia tidak memproduksi gas dari perut bumi sendiri. Dus, gasifikasi akan mengurangi ketergantungan pada impor energi. 

Selain itu, ujarnya, gasifikasi juga bakal menghemat uang negara dan meningkatkan perekonomian nasional. 

"Kini subsidi elpiji Rp70 triliun. Bayangkan kalau nilai tersebut dibagikan ke masyarakat untuk program. Berapa besar manfaatnya?" ujarnya.

Menurutnya, gasifikasi harus dimulai dari sekarang karena batu bara masih bisa digunakan di zaman ini. Pasalnya, batu bara tak lagi digunakan untuk memproduksi listrik di tahun 2060 karena digantikan oleh energi lain, seperti matahari, angin, dan air. 

"Mengubah ini memang perlu waktu, teknologi, dan investasi. Namun, harus dimulai dari sekarang mumpung batu bara bisa dipakai, ya kita gasifikasi," ujarnya. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah melakukan penandatanganan amandemen kerja sama dalam proyek gasifikasi batu bara (DME Coal), Selasa (11/5). Kerja sama gasifikasi batu bara ini melibatkan Pertamina, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc.

Sponsored

Perjanjian ini sekaligus menjadi kesepakatan processing service agreement atas proses gasifikasi batu bara yang menjadi salah satu program pemerintah, untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

"Gasifikasi batu bara memiliki nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro. Akan menghemat neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, dan menghemat cadangan devisa," kata Erick dari Amerika Serikat, Selasa (11/5).

Erick optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat besar di tengah usaha membangkitkan perekonomian nasional. Menurutnya, peran Pertamina sebagai perusahaan tidak hanya bergerak untuk memastikan ketahanan energi, tetapi juga menjadi motor untuk menggerakkan industri energi agar tetap mampu beroperasi optimal.

Berita Lainnya