sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hutama Karya bangun terminal curah kering di Sumatera

PT Hutama Karya (Persero) menggandeng sejumlah BUMN akan membangun pelabuhan curah kering (dry port) di lintas Sumatera seluas 20 hektare.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 06 Sep 2019 13:37 WIB
Hutama Karya bangun terminal curah kering di Sumatera

PT Hutama Karya (Persero) dan sejumlah BUMN seperti PT Pelindo II (Persero) dan PTPN VII (Persero) akan membangun pelabuhan curah kering atau dryport di lintas Sumatera. 

Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan pengembangan dryport akan dibangun di sekitar Pelabuhan Panjang di Provinsi Lampung.

"Proyek ke depan di Bandar Lampung ada Pelabuhan Panjang kami kerjasama dengan PTPN VII dan PeLindo II dan Hutama Karya bangun dryport untuk pengembangan pelabuhan darat sekitar pelabuhan yang nempel dengan jalan tol," katanya di Kantor BUMN, Jakarta, Kamis (5/9).

Dia mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan akses jalan untuk pelabuhan tersebut. Dia pun mengatakan luasan lahan sebesar 200-500 hektare (ha)sedang disiapkan untuk proyek tersebut.

Dryport tersebut nantinya akan dibangun di atas tanah 20 ha milik pemerintah ditambah dengan sebagian besar lahan milik PTPN 7 yang sudah tidak produktif. 

"Untuk lahan 20 hektare sudah ada, nanti akan diperluas dengan lahan PTPN 7 ada daerah-daerah yang sdh tidak produktif sehingga bisa dipakai 200 hingga 500 hektare," ujarnya.

Sementara, HK dengan Pelindo II jugatengah melakukan penghitungan untuk membebaskan lahan seluas 5 km milik masyarakat. 

"Kita sedang hitung bersama dengan Pelindo II, jalannya itu ada 5km nanti yang akan dibebaskan kepada masyarakat," ucapnya. 

Sponsored

Selain itu, ia mengatakan, kawasan tersebut nantinya juga akan dikembangkan menjadi kawasan destinasi wisata baru dan kawasan industri.

"Nanti kita juga dikembangkan untuk jadi destinasi wisata baru karena disana tidak ada wisata yang baik," ujarnya.

Sementara, untuk pembangunan kawasan industri yang akan banyak dikembangkan adalah industri pertanian seperti karet dan kelapa sawit.

"Iya, nanti ada industrinya dan mungkin akan ada developer yang membangun juga. Setelah dibangun kan mereka butuh akses untuk mengangkut material mereka membutuhkan jalan tol, kita siapkan," tuturnya.

Namun demikian, ia menyatakan belum tahu berapa besaran investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan dryport tersebut dan kapan akan dimulai pengerjaannya. Hanya saja, lanjutnya, proyek akan dibangun dengan menggunakan skema kerjasama operasional (KSO) antar BUMN.