sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ibu kota pindah ke Kaltim, Agung Podomoro gencarkan Borneo Bay City

Pengembang properti Agung Podomoro Land menjadikan momentum pemindahan ibu kota untuk mengembangkan proyek Borneo Bay City di Balikpapan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 30 Agst 2019 12:05 WIB
Ibu kota pindah ke Kaltim, Agung Podomoro gencarkan Borneo Bay City

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mulai mengembangkan proyek hunian Borneo Bay City di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Direktur Agung Podomoro Land Agung Wirajaya mengatakan langkah ini dilakukan sejalan dengan rencana pemindahan ibu kota ke Kabupaten Kutai Kartenegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.

Menurut Agung, pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan menjadi peluang yang besar bagi perusahaan dalam memasarkan hunian ini nantinya.
 
“Ini berkah buat kami. Rencana pemindahan ibukota yang relatif berdekatan dengan lokasi Borneo Bay City ternyata makin meningkatkan minat masyarakat terhadap properti kami di sini,” ujar Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/8).

Agung melanjutkan proyek properti ini sudah dibangun sejak 2013. "Karena sejak dulu kami telah melihat potensi perkembangan kota Balikpapan yang prospektif ke depan,” kata Agung.

Lebih lanjut, Agung menilai, rencana strategis pemerintah ini akan berdampak positif kepada banyak hal. Terutama, untuk mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Balikpapan dan wilayah lain di Kalimantan, menurut Agung, akan menjadi kawasan yang lebih cepat menerima dampak positif dari rencana pemerintah ini. Menyusul kemudian wilayah Indonesia timur lain juga akan merasakan multiplier effect dan akan berkembang semakin pesat lagi.

“Kelak, akan ada tambahan satu kota besar baru di kawasan timur Indonesia yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi Indonesia,” tutur Agung.

Sebagai pengembang properti, lanjut Agung, sejak lama APLN telah melihat kota Balikpapan sangat prospektif untuk pengembangan usaha properti di Wilayah Indonesia Timur. 

Sponsored

Dibangun di atas lahan seluas 5 hektare, Borneo Bay City dikembangkan dengan konsep superblok. Di dalam superblok ini terdapat high-rise building untuk perkantoran dan apartemen, mall dan pusat pertokoan untuk kegiatan niaga dan wisata belanja, serta destinasi wisata. 

Adapun mengenai aksi APLN memanfaatkan peluang perpindahan ibu kota ke Kalimantan, Agung mengatakan pihaknya sementara ini masih berkonsentrasi dalam proyek Borneo Bay City.