sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ikuti bursa lain, BEI implementasikan IDX-IC gantikan JASICA

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan saat ini jenis perusahaan tercatat semakin beragam.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 25 Jan 2021 16:11 WIB
Ikuti bursa lain, BEI implementasikan IDX-IC gantikan JASICA
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan IDX Industrial Classification (IDX-IC), untuk menggantikan Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) mulai hari ini, Senin (25/1).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo mengatakan, implementasi klasifikasi baru perlu dilakukan untuk menggantikan JASICA. Sebab, saat ini jumlah perusahaan tercatat semakin beragam industri dan jenisnya.

"Kami ingin perubahan mengikuti pola standar bursa-bursa lain. Kami mengikuti best practice yang ada di bursa lain, sehingga dirasa perlu mengubah JASICA ke IDX-IC," kata Laksono, Senin (25/1).

Dia menjelaskan, hingga saat ini JASICA belum mengakomodasi klasifikasi spesifik, untuk mengelompokkan perusahaan tercatat yang baru, yang dahulu belum terpikirkan. Seperti misalnya PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) atau Bali United, yang tercatat dalam sektor perdagangan, jasa, dan investasi, dengan subsektor others.

Sponsored

Begitu pula rumah produksi PT MD Pictures Tbk. (FILM), yang juga masuk ke klasifikasi sama dengan Bali United, dengan subsektor printing, advertising, dan media.

"Subsektor others terlalu luas, yang jadi keranjang besar. Isinya terlalu bermacam-macam," tutur dia.

Dengan klasifikasi IDX-IC, kata Laksono, emiten seperti BOLA dan FILM klasifikasinya akan lebih terarah, sesuai tipe perusahaan tersebut. Dia bilang, adanya IDX-IC akan mengelompokkan perusahaan secara homogen.

Alasan lain penerapan IDX-IC ini menurut Laksono, karena prinsip pembagian JASICA masih berdasarkan aktivitas ekonomi, yang tidak selaras dilakukan best practice-nya di bursa-bursa lain yang menggunakan eksposur pasar.

"Ini alasan utama, mengikuti perkembangan zaman. Semakin banyaknya perusahaan yang listing di BEI dan semakin beragamnya sektor dan subsektor, serta mengikuti best practice," ujar dia.

Berita Lainnya