sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia ikut tender 1.050 kereta di Bangladesh

PT INKA dan PT KAI kembali mengikuti tender pengadaan kereta di Bangladesh.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 28 Feb 2020 11:33 WIB
Indonesia ikut tender 1.050 kereta di Bangladesh
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Indonesia melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengikuti tender pengadaan 1.050 gerbong kereta api di Bangladesh. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Indonesia dan Bangladesh sejak tahun 2005 sudah bekerja sama di sektor kereta api dengan nilai US$181,6 juta. 

"Sekarang ini kita diberi kesempatan untuk mencoba ikut tender 1.050 gerbong yang nilainya ratusan juta juga," ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/2).

Erick mengatakan kerja sama ini akan mendorong industri kereta api Indonesia agar jangan hanya berfokus ke dalam negeri, tapi ke negara lain juga seperti Bangladesh. 

"Kami juga sedang me-review kerja sama pembangunan power plant di sana bersama Pertamina dan PLN. Karena kita tau Bangladesh adalah negara sahabat yang kita usahakan tingkatkan kerja samanya," tutur Erick.

Erick pun mengatakan Indonesia tidak mau sebatas melakukan kerja hanya business to business (B2B). Tetapi, lanjut Erick, Indonesia juga ingin membantu pelatihan tenaga kerja Bangladesh supaya Indonesia juga membantu negara partnership.

Dalam kesempatan yang sama, Minister of Railways Bangladesh Md Nurul Islam Sujon mengatakan hubungan kedua negara sejak dulu sudah sangat baik. Dengan kerja sama ini, Sujon berharap Bangladesh bisa membangun keterampilan tenaga kerjanya. 

"Dengan kerja sama ini kami bisa membangun pekerja kami dengan memberikan mereka pelatihan," kata Sujon. 

Sponsored
Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya