sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi antisipasi kerugian ekonomi akibat coronavirus

Presiden Jokowi meminta kalkulasi dampak coronavirus pada sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 05 Feb 2020 11:08 WIB
Jokowi antisipasi kerugian ekonomi akibat coronavirus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri di kabinetnya untuk menghitung secara cermat dampak dari kebijakan dalam menghadapi coronavirus pada perekonomian baik di sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. 

Dalam mencegah penyebaran coronavirus, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menutup penerbangan dari dan menuju China pada hari ini (5/2). Selain itu, pemerintah juga akan segera mengeluarkan larangan impor produk makanan dari China. 

“Terkait dengan sektor perdagangan, kita tahu Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6% dari total ekspor Indonesia sangat besar tapi juga sekaligus negara asal impor terbesar Indonesia,” ujar Jokowi saat rapat terbatas tentang kesiapan menghadapi coronavirus, di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (4/2), dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengimbau jajarannya untuk mengantisipasi dampak dari coronavirus terhadap perlambatan ekspor akibatnya terhadap perekonomian nasional. 

Di sisi lain, Jokowi melihat hal ini sebagai peluang bagi industri subtitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok. 

“Selain itum saya kira di sini ada peluang untuk memanfaatkan untuk pasar ekspor ke negara-negara lain yang sebelumnya juga hanya mengimpor produk yang sama dari Tiongkok,” kata Jokowi.

Terkait dengan sektor pariwisata, Presiden Jokowi juga minta disiapkan langkah-langkah contingency terutama untuk Bali dan Sulawesi Utara. Dua daerah tersebut selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari China. 

“Dalam jangka pendek juga saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar keruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke Tiongkok,” kata Jokowi. 

Sponsored

Pariwisata terpukul

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu yang terpukul dengan kebijakan penutupan penerbangan dari dan menuju China. Dari catatannya, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 2 juta per tahun. 

“Kalau dihitung dari segi devisa, pendapatan dari mereka saja sekitar US$4 miliar per tahun,” kata dia.

Di sisi lain, Wishnutama menuturkan, coronavirus ini juga berdampak psikologis pada seluruh wisman dari berbagai negara. Akibatnya, banyak turis asing yang menunda perjalanan wisata.

“Padahal bulan Februari, Maret, dan April ini krusial. Kenapa? Karena di masa-masa ini orang melakukan booking untuk liburan di musim summer atau panas,” kata dia.

Wishnutama mengaku sudah mendapat laporan dari beberapa daerah seperti Bali tentang adanya pembatalan booking kamar hotel. Meski demikian, dia belum bisa memastikan berapa kerugian dari seluruh pelaku bisnis wisata.

Lebih lanjut, Wishnutama telah menyiapkan dua strategi untuk kembali meningkatkan sektor ini. Pertama, kata Wishnutama, pihaknya akan meningkatkan promosi wisata bagi wisatawan nusantara (wisnus) atau turis lokal untuk lebih rajin melancong ke berbagai pelosok Indonesial, 

“Yang paling penting masyarakat menghidupi pariwisata Indonesia itu sendiri,” kata Wishnutama, usai ratas.

Kedua, Kemenparekraf akan menggandeng Kementerian Perhubungan untuk mengundang maskapai asing mengalihkan penerbangan ke Indonesia. Sebagaimana diketahui, beberapa negara di dunia pun telah menutup penerbangan dari dan ke China.

“Kan ada potensinya. Bersama dengan Kemenhub, kami berencana bertemu dengan sekitar 30-an airlines, yang mungkin bisa mengalihkan rutenya ke Indonesia. Sehingga tetap membantu pariwisata di Indonesia,” kata dia.

Berita Lainnya