sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemendag hapus izin impor bawang putih dan bombai

Kementan juga memberikan pembebasan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH).

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 25 Mar 2020 14:53 WIB
Kemendag hapus izin impor bawang putih dan bombai
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghapus peraturan izin impor bawang putih dan bawang bombai. Sehingga, bisa langsung dilakukan tanpa persetujuan pemerintah.

Kebijakan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020 tanggal 18 Maret. Diputuskan saat pandemi coronavirus anyar (Covid-19) di Indonesia.

"Impor produk-produk hortikultura, di mana di dalamnya komoditas bawang putih dan bawang bombai, tidak lagi membutuhkan izin impor," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Suhanto, saat jumpa pers virtual di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (25/3).

Kementerian Pertanian (Kementan) pun memberikan pembebasan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) atas dua komoditas tersebut. 

Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri, pemerintah juga sudah menerbitkan surat persetujuan impor. Sebanyak 150 ribu ton dan per 9 Maret. Baru terealisasi 11 ribu ton.

"Belakangan ini, masyarakat merasakan harga bawang putih mengalami kenaikan cukup tinggi," ucap dia.

Suhanto melanjutkan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan telah memantau seluruh gudang importir di Indonesia. Guna memastikan takada penimbunan.

Dirinya mengklaim, harga bawang putih di pasaran kini turun dibandingkan sebulan lalu. Sekarang rereta Rp42.300 per kilogram.

Sponsored

"Namun, menurut kami, itu masih relatif tinggi. Sehingga, pemerintah memberikan relaksasi impor," ujarnya.

Komoditas Lain
Sementara, Kemendag memastikan, stok sejumlah bahan pokok lainnya masih aman. Hingga kini, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menguasai lebih dari 1,5 juta ton beras.

"Stok yang dikuasai Bulog 1,5 juta ton. Sementara itu, masih banyak stok yang dikuasai para pedagang, petani, bahkan masyarakat," katanya. "Kami pastikan untuk beras aman."

Demi stabilitas harga daging, pemerintah menugaskan badan usaha milik negara (BUMN) dan Bulog mengimpor 170 ribu ton daging kerbau. Bulog telah menerbitkan izinnya.

"Harapan kami, sebelum Ramadan, daging sudah masuk pasaran dan akan menstabilkan harga," tuturnya.

Terkait gula, Suhanto mengaku, harganya masih relatif tinggi. Rerata nasional Rp17 ribu per kilogram. Padahal, harga eceran yang ditentukan Kemendag Rp12.500.

Karenanya, pemerintah segera mengimpor 550 ribu ton gula mentah (raw sugar). Kelak diolah industri dalam negeri menjadi gula kristal putih.

"Kebutuhan gula nasional untuk satu bulan hanya mencapai 229 ribu ton. Untuk itu, dapat dipastikan, kebutuhan gula konsumsi sampai Juni aman," paparnya.

Apalagi, sesumbarnya, pemerintah bakal mengolah 250 ribu ton gula rafinasi menjadi gula kristal putih. Guna mempercepat pasokan dalam negeri.

"Sekarang sudah berada di pabrik-pabrik gula di Indonesia. Dan pengolahannya menjadi gula kristal putih, hanya membutuhkan tiga hingga tujuh hari," tutup Suhanto.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya