sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkop ungkap penyebab produk UKM sulit bersaing dengan impor

Pemerintah akan memperbanyak produk UKM di niaga elektronik (e-commerce).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 27 Jun 2020 16:48 WIB
Kemenkop ungkap penyebab produk UKM sulit bersaing dengan impor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) akan fokus memperbanyak produk lokal dari UKM untuk diperdagangkan secara elektronik (e-commerce). Sebab, selama ini produk dinilai masih kalah bersaing secara harga dengan produk impor.

Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop UKM, Destri Ana Sari, mengatakan, pelaku UKM Indonesia seringkali menjadi chief of everything hingga kini. Artinya, satu orang mengerjakan semua hal.

"Dari bagaimana memilih bahan baku, inovasi produk, mengenali pesaing, itu dilakukan satu orang," katanya dalam webinar dari Jakarta, Sabtu (27/6).

Masalah kedua, menurut Destri, produk UKM menjadi kurang bersaing akibat jumlah produksi yang sedikit. Dicontohkannya dengan satu orang yang memproduksi sambal dengan 10 kilogram (kg) cabai akan membuat harga produknya lebih mahal dibandingkan dengan 100 kg.

"Jadi, skala ekonomi yang kita dorong supaya pelaku, produsen produk UKM ini berproduksi sesuai skala keekonomian," ucapnya.

Meskipun banyak yang telah melakukan digitalisasi, hal tersebut dianggap tidak cukup untuk bersaing. Bagi Destri, pelaku UKM membutuhkan standardisasi dan sertifikasi karena banyak produk impor di Indonesia telah mengantongi sertifikat halal.

"Kita mau harga murah, tapi standarisasi dan sertifikasi butuh biaya. Jujur saja, produk impor yang masuk sini dijual sudah ada sertifikat halal dibandingkan dengan produk yang masih industri rumahan yang mungkin belum ada PIRT-nya," tuturnya.

Destri pun menyarankan pelaku UKM memetakan pasar yang akan disasar agar bisa bersaing dengan produk impor. Sehingga, memproduksi sesuai permintaan pasar yang dituju dengan skala keekonomiannya.

Sponsored
Berita Lainnya