sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kencana Energi Lestari melantai di bursa

Kencana Enegeri Lestari membidik dana sebesar Rp290 miliar pada initial public offering (IPO) hari ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 02 Sep 2019 10:05 WIB
Kencana Energi Lestari melantai di bursa

PT Kencana Energi Lestari Tbk. resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode KEEN. Kencana Energi Lestari melepas 733 juta lembar sahamnya ke publik pada initial public offering (IPO) hari ini. Jumlah ini setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor perseroan.

KEEN menawarkan sahamnya di harga Rp396 per lembar saham. Dengan demikian, dana yang dihimpun KEEN sebesar Rp290 miliar dari penawaran umum ini.

Direktur Utama KEEN Henry Maknawi mengatakan dana yang diperoleh dari IPO ini sebesar 55% akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya. 

"Sementara sisanya sekitar 25% untuk modal kerja dan sekitar 20% untuk belanja modal," kata Henry di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/9).

KEEN menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO ini dengan masa penawaran umum tanggal 23-27 Agustus 2019. 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham KEEN dibuka pada level Rp590, naik 48,99% atau 194 poin. Saham KEEN tercatat diperdagangkan sebanyak 48 kali dengan volume 42.190 saham. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan KEEN Giat Widjaja menjelaskan kinerja keuangan Perseroan terus meningkat dari tahun ke tahun. 

"Pendapatan perseroan pada kuartal I-2019 sebesar US$5,6 juta, meningkat sebesar 3,37% dari US$5,5 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," kata Giat. 

Sponsored

Untuk diketahui, hingga saat ini perseroan memiliki tiga proyek hydro power plant di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 MW. 

Dari jumlah tersebut, proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara sejak awal tahun 2018, proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW di Bengkulu yang sedang dalam proses komisioning pada bulan Agustus-September 2019, serta proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

KEEN menjadi perusahaan tercatat ke-33 di BEI tahun ini. KEEN didirikan pada tahun 2008 dan merupakan salah satu pemain utama di sektor pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant) yang telah beroperasi di Indonesia. Perseroan memiliki kontrak penyediaan listrik jangka panjang PPA (Power Purchase Agreement) dengan PT PLN (Persero) selama 20 hingga 30 tahun sejak dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air.