sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kimia Farma catat rugi Rp12 miliar tahun 2019

PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) meraup pendapatan Rp9,4 triliun pada 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 27 Mar 2020 11:07 WIB
Kimia Farma catat rugi Rp12 miliar tahun 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) mencatatkan kerugian bersih senilai Rp12 miliar sepanjang tahun 2019. Pada 2018, Kimia Farma tercatat membukukan laba bersih hingga Rp491 miliar.

Meskipun mancatatkan rugi bersih, emiten farmasi pelat merah ini tercatat membukukan kenaikan penjualan bersih hingga 11,12% menjadi Rp9,4 triliun, dari Rp8,45 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy).

Rinciannya, penjualan produksi entitas perseroan tercatat mengalami penurunan 2,54% menjadi Rp3,5 triliun, dari Rp3,6 triliun secara tahunan. Penurunan penjualan produksi entitas ini ditekan oleh penjualan obat generik perseroan yang menurun 14,74% menjadi Rp1,4 triliun, dari Rp1,6 triliun (yoy).

Namun, penjualan produksi pihak ketiga emiten berkode KAEF ini tercatat mengalami peningkatan hingga 21,58% menjadi Rp5,83 triliun, dari Rp4,79 triliun secara tahunan.

"Rugi bersih per saham dasar adalah sebesar Rp2,29," kata Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam laporan keuangan tahun 2019 perseroan, Jumat (27/3).

Pada tahun 2019, jumlah liabilitas perseroan juga tercatat meningkat menjadi Rp10,9 triliun, dari Rp7,1 triliun secara tahunan. Begitupula dengan jumlah ekuitas perseroan yang meningkat menjadi Rp7,4 triliun, dari Rp4,14 triliun.

Adapun jumlah aset perseroan tercatat mengalami peningkatan dari Rp11,3 triliun pada tahun 2018, menjadi Rp18,3 triliun pada tahun 2019.

Meskipun mengalami kerugian, saham KAEF tercatat dibuka naik 9,62% pada perdagangan hari ini di level Rp1.425. Sejak pembukaan, saham KAEF terpantau terus terkerek naik hingga terkena batas auto reject atas 25% di level Rp1.625 per saham.

Sponsored
Berita Lainnya