sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bangun pelabuhan perikanan, KKP terima hibah dari Jepang Rp704,6 miliar

Transfer dana hibah dilakukan dalam dua tahap.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 02 Feb 2021 15:16 WIB
Bangun pelabuhan perikanan, KKP terima hibah dari Jepang Rp704,6 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan dana hibah sebesar ¥5,5 miliar atau setara dengan Rp704,6 miliar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Indonesia.

Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar menjelaskan hal ini dituangkan dalam dokumen Perjanjian Hibah, Grant Agreement for The Programme for The Development of Fisheries Sector in Outer Islands Phase II. 

Dukungan tersebut, lanjutnya,dalam rangka menyukseskan Program for Development of the Integrated Marine and Fisheries Center and Market in Outer Islands atau SKPT untuk bisa didirikan pelabuhan perikanan dan pasar ikan pada enam pulau terluar yaitu Natuna, Morotai, Sabang, Saumlaki, Moa, dan Biak. 

"Ini merupakan mekanisme hibah langsung yang baru pertama kali ada di Indonesia, di mana pemerintah Jepang secara langsung mentransfer dana hibah kepada KKP dalam mata uang Yen senilai 5,5 miliar atau setara dengan Rp704,6 miliar," katanya dalam video conference, Selasa (2/2).

Dia mengungkapkan, transfer dana hibah dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah diberikan senilai ¥2,5 miliar dan tahap kedua senilai ¥3 miliar yang akan diberikan setelah perjanjian hibah kedua dilakukan.

Hibah tersebut efektif sampai dengan pembangunan fisik selesai, yang dalam implementasinya banyak menghadapi hal-hal baru dari mekanisme pengelolaan anggaran hibah dengan skema grant budget support aid. 

Menurutnya, sejak hibah tahap pertama ditandatangani pada 31 Juli 2018, sudah banyak capaian yang dilakukan oleh KKP.

“Pada hibah tahap pertama, saya lihat banyak capaian yang telah dilaksanakan seperti pengadaan konsultan manajemen, konsultan perencanaan, konsultan pengawasan, konsultan lingkungan, pengadaan kontraktor, dan juga pelaksanaan konstruksi pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan di Biak,” ujarnya.

Sponsored

Setelah dilaksanakan penandatanganan Grant Agreement tahap kedua ini, KKP akan menindaklanjutinya dengan melakukan proses registrasi hibah dan izin pembukaan rekening hibah tahap kedua ke Kementerian Keuangan. 

Antam yakin, proses pembangunan di enam lokasi SKPT segera direalisasikan secara akuntabel dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan negara.

“Saya optimistis, dengan kerja keras seluruh penanggung jawab SKPT dan berkat dukungan lintas sektor terkait dan pemerintah daerah setempat, pembangunan SKPT dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Chief Representative of JICA Indonesia Shigenori Ogawa, mengatakan program hibah ini bertujuan mendorong pertumbuhan industri perikanan lokal. Nantinya, nelayan skala kecil dapat menggunakan pelabuhan perikanan yang dilengkapi dengan fasilitas cold storage dan fasilitas produksi es. 

"Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada stimulasi industri perikanan lokal dan peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir melalui nilai tambah yang lebih tinggi pada produk perikanan dan distribusi produk yang lebih baik di luar pulau," ujarnya. 

Kerja sama antara JICA dan pemerintah Indonesia di bidang kelautan sudah lama terjalin lebih dari 40 tahun. Salah satu yang menonjol adalah kerja sama terkait pembangunan pelabuhan perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Penjaringan, Jakarta.

Berita Lainnya