sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Konsolidasi awal rumah sakit BUMN ditarget rampung Juni

Menteri BUMN Erick Thohir ingin holding rumah sakit fokus di bidang kesehatan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 10 Feb 2020 18:12 WIB
Konsolidasi awal rumah sakit BUMN ditarget rampung Juni
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan konsolidasi awal holding rumah sakit BUMN selesai pada Juni 2020. Konsolidasi tersebut akan dilakukan oleh Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan Pertamedika sebagai operatorship.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dengan konsolidasi ini, rumah sakit BUMN jadi lebih fokus di bidang kesehatan. Sebab, saat ini banyak perusahaan BUMN yang fokus utamanya bukan di bidang kesehatan, tetapi memiliki rumah sakit.

Dengan konsolidasi ini, Erick menargetkanIHC mampu mencetak pendapatan sekitar Rp8 triliun ke depannya.

"Saat ini kan ada 64 rumah sakit BUMN dengan total 6.500 tempat tidur. Kalau ditotal secara pendapatan menyentuh hampir Rp5,6 triliun dengan EBITDA Rp510 miliar," kata Erick Thohir di 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2).

Erick menjelaskan konsolidasi tersebut akan memiliki tiga tahap. Fase 1 berjalan di tahun 2019-2020 dengan fokus mengembangkan posisi pasar dan membentuk fondasi. Pada fase 1 ini, rumah sakit yang dimiliki PT Pertamina (Persero) akan berkonsolidasi dengan rumah sakit yang dimiliki PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni. Konsolidasi tersebut diharapkan rampung pada Juni 2020.

Setelahnya, konsolidasi tersebut akan berlanjut dengan fase 2 dan fase 3, di mana rumah sakit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan rumah sakit milik perusahaan BUMN lainnya dikonsolidasikan ke IHC.

"Tapi hari ini untuk operasionalnya tidak menunggu kepemilikan, sudah mulai disinergikan operasionalnya untuk memudahkan mapping," tutur Erick.

Dengan konsolidasi tersebut, kepemilikan masing-masing perusahaan BUMN di rumah sakit mereka tak akan dilepas. Nantinya, perusahaan BUMN tersebut akan memiliki saham di IHC.

Sponsored

Erick pun menginginkan dengan adanya konsolidasi rumah sakit ini, nantinya bisa bersinergi lebih lanjut dengan holding farmasi yang telah terbentuk.

"Kalau sudah terbentuk holding, harus bisa nyaingin swasta secara bisnis," ujar Erick.

Berita Lainnya