sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Luhut: Belum ada penurunan keinginan investasi di Indonesia Timur

Luhut meyakini, apabila Indonesia bisa menangani Covid-19 dengan baik, maka kepercayaan investor akan kembali.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 14 Jul 2021 13:18 WIB
Luhut: Belum ada penurunan keinginan investasi di Indonesia Timur

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, belum ada penurunan keinginan investasi dalam industri strategi di Indonesia timur, meskipun PPKM darurat diberlakukan.

Menurutnya, saat ini kondisi Covid-19 akan menjadi acuan bagi investor untuk melakukan investasi. Investor harus yakin kondisi pandemi bisa tertangani dengan baik sebelum melakukan investasi.

"Kondisi pandemi membuat kepercayaan konsumsi menurun setiap kasus naik. Sehingga, membuat investor menimbang kembali investasi atau wait and see," ujar Luhut, Rabu (14/7).

Akan tetapi, lanjutnya, apabila Indonesia bisa menangani Covid-19 dengan baik, maka kepercayaan investor akan kembali.

"Tetapi kalau kita lihat di Indonesia Timur, dalam industri strategis kita, belum ada penurunan keinginan untuk investasi di sini," kata dia.

Luhut meyakinkan kondisi pandemi terkendali. Menurutnya, obat-obatan yang jadi masalah di awal, saat ini bisa dikendalikan. Dia memastikan Kamis (15/7), pemerintah akan memberikan sebanyak 300.000 paket obat untuk masyarakat yang terkena infeksi Covid-19 dengan arahan dokter.

Sementara masalah oksigen, dia juga memastikan suplainya akan semakin baik. Di samping itu, bantuan oksigen juga sudah mulai berdatangan dari China dan Singapura.

"Kita juga berencana mengimpor 40.000 oksigen generator. Itu untuk kasus ringan, mungkin di perumahan juga, dan karantina-karantina," tutur dia.

Sponsored

Ketersediaan tempat tidur, kata dia, juga telah ditata dengan baik. Pemerintah telah melakukan mobilisasi tenda darurat yang telah dibangun dan sudah mulai berjalan. Selain itu, pemerintah juga telah mengubah asrama haji menjadi rumah sakit.

Untuk tenaga medis, Luhut menuturkan pemerintah sudah mendapatkan 2.200 dokter dan 20.000 perawat baru yang akan dilatih terlebih dahulu sebelum diterjunkan. 

"Jadi tantangan mengenai Covid-19 kita harap bisa melandai, baru kita bicara ekonomi. Pemerintah memberikan bansos, obat, dan vaksin. Vaksin kita berikan langsung ke kantong kemiskinan," ucapnya.

Berita Lainnya