close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay.
Bisnis
Rabu, 25 November 2020 17:14

Mandiri Capital kucurkan investasi Rp1 triliun ke 14 perusahaan rintisan

Investasi Mandiri Capital dilakukan ke beberapa subsektor tekfin, yakni platform pinjaman online, pembayaran, dan solusi bisnis.
swipe

Mandiri Capital Indonesia (MCI) mencatat telah melakukan investasi atau penyertaan saham senilai total Rp1 triliun kepada 14 perusahaan rintisan di bidang teknologi finansial (tekfin) sejak berdiri lima tahun lalu. Investasi tersebut dilakukan ke beberapa subsektor tekfin, yakni platform pinjaman online (P2P lending), pembayaran, dan solusi bisnis.

Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro mengatakan, melalui investasi tersebut MCI telah mendorong berbagai inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group. Inovasi dan sinergi tersebut seperti penyaluran modal (loan channeling) ke lebih dari puluhan ribu segmen UMKM, baik dari sektor bisnis konvensional hingga pertanian.

“Kami juga membantu mengembangkan digitalisasi UMKM, baik dari sisi pembayaran maupun dukungan sistem lainnya seperti proses akuntansi dan sumber daya manusia (HR), serta penggunaan digital signature sebagai bentuk efisiensi proses bisnis,” kata Eddi dalam keterangan resminya, Rabu (25/11).
 
Pada platform P2P lending, lanjut Eddi, MCI telah berinvestasi di Amartha, Crowde, KoinWorks, dan Investree. Untuk pembayaran, investasi MCI telah dilakukan di platform LinkAja, Yokke, PTEN dan DAM. Sementara pada tekfin solusi bisnis, investasi MCI dilakukan di Mekari, PrivyID, Cashlez, Gojek, Iseller, dan Halofina.

Chief Financial Officer MCI Hira Laksamana menuturkan, bisnis MCI setiap tahunnya terus bertumbuh dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya posisi ekuitas dan aset MCI per September 2020, di mana masing-masing berada di kisaran Rp1,8 triliun dan Rp2 triliun.

“Capaian ini menempatkan MCI berada di posisi terbesar pertama untuk ekuitas dan kedua untuk aset, dibandingkan dengan pelaku PMV lainnya di Indonesia,” ujar Hira.

Selama lima tahun terakhir, lanjut Hira, MCI juga telah mencatatkan divestasi pada Moka yang diakuisisi Gojek pada tahun 2019.

MCI pun memiliki komitmen untuk terus berkontribusi melalui penambahan jumlah penyertaan saham dan inisiatif baru, baik di tahun 2020 maupun di tahun-tahun mendatang. Inisiatif tersebut terkait dengan rencana peluncuran produk dana ventura, yaitu Mandiri Venture Fund dan Indonesia Impact Fund.

“Sangat terbuka peluang di masa datang untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia. MCI juga ingin berperan lebih aktif dalam membantu proses digital dan inovasi di ekosistem BUMN, dengan skala yang lebih luas secara nasional,” tutur Eddi.

Sebagai informasi, MCI berdiri pada 10 November 2015 bersamaan dengan keluarnya izin sebagai Perusahaan Modal Ventura (PMV) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdirinya MCI sejalan dengan dimulainya fase disrupsi finansial oleh perusahaan rintisan. Pendirian MCI oleh Bank Mandiri bertujuan sebagai jembatan untuk mendorong inovasi dan sinergi antara Mandiri Group dengan perusahaan rintisan di dalam ekosistem. 

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan