sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Metland mulai garap aerocity Kertajati 200 hektare

PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) menyiapkan landbank 200 hektare dan investasi Rp100 miliar untuk aerocity Kertajati tahap awal.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 18 Sep 2019 18:20 WIB
Metland  mulai garap aerocity Kertajati 200 hektare
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) mulai menggarap pembangunan kota bandara (aerocity) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Karawang.

Direktur Keuangan Metland Olivia Surodjo mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 200 hektare (ha) untuk pengembangan aerocity Kertajati. 

Aerocity tersebut nantinya akan mencakup perumahan tapak, pusat perbelanjaan, hotel bintang empat, ruko, dan berbagai fasilitas penunjang untuk penghuni.

“Pada tahap pertama, Metland membangun hotel Horison Ultima Kertajati yang konstruksinya sudah dimulai pekan lalu,” kata Olivia dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (18/9).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Direktur Metland Anhar Sudradjat menjelaskan pihaknya menyiapkan dana Rp100 miliar untuk pembangunan hotel ini. Pada tahap pertama, Horison Ultima akan memiliki 100 kamar.

"Ketika operasi hotel berjalan, nantinya untuk pengembangan hotel di tahap kedua akan ditentukan dua atau tiga tahun lagi dengan melihat okupansi hotel tersebut," kata Anhar.

Adapun tamu yang dibidik dari hotel tersebut adalah ground crew dari maskapai penerbangan, turis yang singgah di Kertajati, dan karyawan atau eksekutif yang bekerja di kawasan industri sekitar Kertajati.

Anhar mengatakan, dalam masterplan Aerocity Kertajati, Metland akan membangun area residensial setelah menyelesaikan pembangunan hotel. Selanjutnya, area logistik untuk menunjang kegiatan ekspor lewat penerbangan.

Sponsored

Lebih lanjut, Anhar mengatakan perseroan akan melihat rencana pemerintah untuk mengembangkan lokasi tersebut ke depan.

"Untuk total investasinya, berapa dana yang kami butuhkan belum bisa kami pastikan untuk pengembangan proyek ke depan," ujar Anhar.

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya