sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

MNC Asset Management: Tak ada pelanggaran hukum yang dilakukan

MNC Asset Management juga mengaku mengelola produk reksa dana dengan investor tunggal milik Jiwasraya.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Kamis, 25 Jun 2020 18:04 WIB
MNC Asset Management: Tak ada pelanggaran hukum yang dilakukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 66226
Dirawat 31798
Meninggal 3309
Sembuh 30785

MNC Asset Management (MAM) buka suara terkait penetapan status tersangka oleh Kejaksaan Agung atas kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). 

Dalam siaran pers yang diterima Alinea.id, perusahaan mengaku tidak melakukan pelanggaran hukum. "Secara data-data internal yang ada, kami berpendapat tidak ada pelanggaran hukum yang kami lakukan. Kami akan berkoordinasi dengan konsultan hukum untuk melakukan klarifikasi yang diperlukan terhadap penetapan status tersangka ini," tulis siaran pers tersebut, Kamis (25/6).

Manajemen MAM juga mengatakan hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Agung dan akan menelaah lebih lanjut terkait penetapan status tersangka ini. Perusahaan menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan berkomitmen membantu kejagung untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya.

Sementara itu, MAM mengaku mengelola produk reksa dana dengan investor tunggal milik Jiwasraya, yakni Reksa Dana Syariah Ekuitas II. Produk ini disebutkan tidak terkait dengan produk reksa dana lainnya.

Portofolio yang ada di dalam produk tersebut juga ditentukan oleh Jiwasraya, di mana setiap pembelian dan penjualan portofolio dilakukan atas instruksi Jiwasraya.

Sekedar informasi, pada September 2019 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menghentikan penerbitan reksa dana baru dengan investor tunggal. Hal ini dilakukan lantaran maraknya penerbitan reksa dana dengan investor tunggal. Kebijakan itu tak berlaku untuk investor tunggal yang sudah efektif dan beredar di pasar. 

OJK mencatat, hingga Agustus tahun lalu jumlah reksa dana investor tunggal mencapai sepertiga atau 689 produk dari total populasi reksa dana di Indonesia yang sebanyak 2.158 reksadana. Reksa dana investor tunggal yang beredar terdiri dari berbagai macam jenis. Mulai dari reksadana saham, pendapatan tetap, serta terproteksi.

Total 64 manajer investasi mengelola reksa dana tunggal dengan total dana kelolaan sebesar Rp190,82 triliun. Mayoritas reksa dana tunggal, yakni sebanyak 621 produk di antaranya merupakan reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari satu efek. Sisanya, 68 reksadana investor tunggal hanya memiliki satu efek di dalam portofolio investasinya.

Sponsored

Atas penetapan status tersangka tersebut, perusahaan mengimbau nasabah untuk tetap tenang. MAM menegaskan akan melakukan segala tindakan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasabah." .

Selain MAM, Kejagung juga menetapkan 12 perusahaan manajer investasi (MI) lainnya sebagai tersangka baru kasus Jiwasraya. Ke-12 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah, PT OSO Manajemen Investasi, PT Dana Wibawa Manajemen Investasi, PT Pinekel Persada Investasi, PT Milenium Danatama, PT Prospera Asset Management, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Asset Management, PT Pool Advista Management, PT Corvina Capital, PT Iserfan Investama, dan PT Sinarmas Asset Management.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK mengatakan sampai saat ini 13 perusahaan MI tersebut masih beroperasi seperti biasa. 

"Hingga kini belum ada pembatasan dari kejagung," ujar Anto. 

 

Serba bisa BIN di panggung corona 

Serba bisa BIN di panggung corona 

Selasa, 07 Jul 2020 06:01 WIB
Berharap vaksin dengan anggaran mini

Berharap vaksin dengan anggaran mini

Senin, 06 Jul 2020 19:00 WIB
Berita Lainnya