logo alinea.id logo alinea.id

OJK luncurkan sistem rekening efek online

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) elektronik.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 28 Mar 2019 13:22 WIB
OJK luncurkan sistem rekening efek online

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) elektronik. Dengan sistem ini, pembukaan rekening efek menjadi lebih cepat dengan waktu kurang dari 30 menit.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan program penyederhanaan ini diharapkan bisa meningkatkan permintaan dan inklusi di pasar modal, namun tetap menjaga tingkat keamanan transaksi.

"Program penyederhanaan ini diharapkan bisa memperluas jangkauan Perusahaan Efek dalam memberikan layanan kepada investor sehingga dapat mengatasi terbatasnya jaringan pemasaran Perusahaan Efek yang hanya terfokus di kota besar," ujar Hoesen di Jakarta, Kamis (28/3).

Hoesen menyebut, dengan simplifikasi ini terjadi peningkatan jumlah investor yang signifikan. Namun, ia enggan menyebut angka pertumbuhan tersebut.

Sebelumnya, mekanisme pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah masih dilakukan manual dan memakan waktu lama. 

Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diterima Alinea.id, terdapat 16 perusahaan efek dan lima bank RDN yang mengajukan pilot project simplifikasi pembukaan rekening efek. Perusahaan yang dimaksud, yakni RHB Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, dan Philips Sekuritas.

Lalu, lima bank RDN adalah, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Panin.

Dia juga memastikan penggunaan layanan berbasis elektronik tidak akan mengurangi esensi keamanan dalam bertransaksi di pasar modal dan tetap mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sponsored

Kepatuhan terhadap prinsip CDD secara elektronik sesuai ketentuan POJK mengenai penerapan Program APU dan PPT di sektor jasa keuangan dan pemanfaatan database kependudukan di Dukcapil.

Sekadar informasi, jumlah investor berdasarkan single investor identification (SID) saham mengalami peningkatan 151% dari 364.465 menjadi 915.675 investor saham per Desember 2014 sampai 22 Maret 2019. 

SID reksa dana meningkat 239% dari 320.063 menjadi 1.085.670 per Desember 2014 sampai Februari 2019 dan SID SBN meningkat 102% dari 105.690 menjadi 214.301 per Desember 2016 sampai Februari 2019.

Total investor per 22 Maret 2019 mencapai 1,7 juta. Sementara, berdasarkan indeks literasi keuangan nasional tahun 2016, tingkat literasi dan inklusi khusus pasar modal masing-masing 4,4% dan 1,3%.