sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

OPOP targetkan 1.000 produk UMKM lahir dari pesantren

OPOP telah melahirkan 550 produk unggulan.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Rabu, 10 Mar 2021 20:30 WIB
OPOP targetkan 1.000 produk UMKM lahir dari pesantren

One Pesantren One Product (OPOP) Jatim menggandeng ribuan pesantren yang ada di Jawa Timur untuk bisa mandiri secara ekonomi. 

Pemberdayaan pesantren ini telah dilakukan oleh Pemprov Jatim selama dua tahun sejak 2019. Dengan hadirnya OPOP,  ditargetkan ada sebanyak 1.000 produk unggulan yang lahir dari pesantren di Jawa Timur hingga lima tahun mendatang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelumnya mengatakan pesantren perlu didorong tidak hanya sebagai lembaga dakwah saja, namun juga mampu menjadi pusat ekonomi masyarakat. 

Sekretaris OPOP Jatim, M.Ghofirin menjelaskan geliat roda perekonomian di pesantren saat ini semakin tumbuh. Pesantren mulai melek untuk memberikan keterampilan wirausaha, baik pada para santri hingga memberdayakan jaringan alumni.

Kendati demikian, masih ada sejumlah tantangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pesantren, yakni perlu didorong agar bisa lebih melek digital dan menguasai marketplace. Untuk itu, pihaknya bersama tim OPOP mengadakan workshop cara menguatkan jaringan pemasaran secara online, seperti  acara bertajuk “Fasilitasi Penguatan Jaringan Pemasaran Produk bagi KUKM”, yang digelar di Malang, 8-9 Maret 20201.

"Bagaimana menaikkannya, antara lain dengan mendorong UMKM Pesantren untuk melek digital dan menguasai marketplace. Ini menjadi jawaban dan bagaimana bersama-sama kami mendorong UMKM agar dapat lebih besar lagi memberikan kontribusi lebih besar lagi,” ujarnya.

Menurutnya, OPOP kini juga telah memiliki sebuah aplikasi digital yang bernama OPOP Mart. Diharapkan, OPOP Mart buatan Pemprov Jatim ini bisa dimanfaatkan oleh pesantren, sekaligus mengenalkan untuk masyarakat luas.

“Dengan adanya OPOP Mart, diharapkan pesantren bisa melek digital marketing. Kami dorong mulai menjual produknya di aplikasi ini, karena merupakan hal baru untuk koperasi pondok pesantren dan pesantren itu sendiri, sebab biasanya pakai cara konvensional. Maka dari itu, pekerjaan rumah kami adalah mengedukasi dan memberikan bimbingan. Makanya kami juga bawa tim teknisi dari OPOP Mart,” paparnya.

Sponsored

Dijelaskan Gus Ghofirin, panggilan akrabnya, hingga tahun ini tercatat sudah ada 550 produk unggulan yang dihasilkan oleh pesantren binaan OPOP Jatim. Menurutnya, jaringan pesantren ini juga bisa dimanfaatkan untuk transaksi bilateral antar pesantren.

“Produk-produk pesantren ini harus dijejaringkan antar pesantren ini, kami berharap adanya transaksi bilateral. Contohnya pesantren yang produksi beras, maka bisa bekerja sama dengan pesantren yang produksi garam. Ada transaksi antar pesantren,” ujarnya.

Acara yang diikuti oleh 50 peserta (perwakilan pesantren) ini sekaligus sebagai ajang temu darat dalam silaturahmi sesama anggota peserta OPOP, juga untuk memperoleh solusi-solusi dalam berusaha bersama marketplace

Berita Lainnya