sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pefindo tegaskan peringkat TINS di A+

Obligor berperingkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang

Hermansah
Hermansah Senin, 25 Jun 2018 10:57 WIB
Pefindo tegaskan peringkat TINS di A+
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Pefindo menegaskan peringkat 'idA+' untuk PT Timah Tbk (TINS) dan obligasi berkelanjutan I/2017 dan peringkat 'idA+(sy)' untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I/2017. Outlook untuk peringkat korporasi adalah 'stabil'.

"Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan keadaan buruk dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi," jelas manajemen Pefindo dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/6).

Tandah tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Sedangkan akhiran (sy) memiliki makna peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip syariah.

Peringkat mencerminkan biaya produksi perusahaan yang relatif efisien didukung kegiatan operasional terintegrasi. Proteksi terhadap arus kas yang kuat serta struktur permodalan moderat.

Tetapi, peringkat dibatasi oleh adanya kemungkinan penurunan cadangan timah akibat kegiatan penambangan ilegal. Serta eskposur perusahaan terhadap volatilitas harga timah dan cuaca yang tidak mendukung.

Peringkat dapat dinaikkan jika TINS secara signifikan mengurangi kegiatan penambahan ilegal yang terdapat dalam area konsesi TINS. Secara signifikan meningkatkan cadangan terbukti dan terduga. Diikuti dengan adanya perbaikan signifikan dalam struktur biaya, struktur permodalan dan proteksi arus kas.

Selain itu, peringkat dapat diturunkan jika TINS menambah utang baru lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa dikonpensasi kinerja bisnis lebih baik. Terutama jika fluktuasi harga timah global mengganggu pendapatan dan profitabilitas perusahaan.

Didirikan pada Agustus 1976, TINS adalah perusahaan tambang milik negara yang berfokus dalam produksi timah ingot (87,7% dari total pendapatan TINS pada kuartal pertama 2018). Perusahaan merupakan perusahaan tambang terintegrasi, dengan wilayah operasi utama di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Sponsored

Per 31 Maret 2018, pemegang saham kelas A TINS adalah Pemerintah RI sedangkan pemegang saham kelas B TINS adalah PT Indonesia Asahan Alumunium (65%) dan publik (35%).

Berita Lainnya