close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Pelemahan ekonomi India hingga pembangunan IKN akan memengaruhi perdagangan IHSG hari ini. Freepik
icon caption
Ilustrasi. Pelemahan ekonomi India hingga pembangunan IKN akan memengaruhi perdagangan IHSG hari ini. Freepik
Bisnis
Rabu, 01 Maret 2023 09:15

Pelemahan ekonomi India hingga pembangunan IKN akan pengaruhi IHSG

IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (1/3).
swipe

Pada perdagangan Selasa (28/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 11 poin ke level 6.843. Penurunan dipicu sektor infrastruktur, consumer non-cyclical, keuangan, consumer cyclical, dan teknologi.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, IHSG hari ini, Rabu (1/3), berpotensi melemah terbatas.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas di rentang 6.809 hingga 6.899. Ada potensi menguat, namun akan tergantung data inflasi. Cermati dan amati,” ujarnya dalam risetnya.

Jika melihat kondisi global saat ini, sambung Nico, India sedang mengalami perlambatan ekonomi. Itu terlihat berdasarkan hasil pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2022 yang mengalami penurunan menjadi 4,4% (yoy), pada mencapai 6,3% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Perlambatan ini diperkirakan mulai terjadi dan akan terus berlanjut.

Nico menilai perlambatan ekonomi tetap akan terjadi di India karena data pada Januari 2023 mulai menunjukkan penurunan lebih dalam daripada momentum pertumbuhan. Ini dibuktikan dengan turunnya impor, penurunan pertumbuhan industri, PMI yang melemah, serta perlambatan konstruksi.

“Tingkat suku bunga bank sentral India diharapkan akan berhenti di 6,75% hingga 7% dengan inflasi yang masih tinggi dan perlambatan ekonomi kian terjadi,” katanya.

Nico berpendapat, sektor jasa masih menjadi yang terbesar penurunannya dalam GDP. Segmen perdagangan grosir dan eceran, transportasi, dan komunikasi mengalami pelemahan yang tajam.

Menyangkut kondisi di dalam negeri, menurutnya, satunya adalah pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Bersamaan dengan target pembangunan IKN yang ditargetkan rampung pada 2024, investasi terus digencarkan agar proyek mercusuar itu bisa selesai tanpa bergantung APBN. Investasi yang digenjot adalah sektor infrastruktur, fasilitas publik, dan energi terbarukan dari Arab Saudi.

“Kami melihat investor asing juga masih wait and see atas pemimpin negara baru Indonesia, beserta dengan kebijakan, serta fokus yang dibawa. Dalam hal ini, kami melihat hasil pemilu akan menjadi gong,” ucapnya.

Menurut Nico, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) menjelang pemilu akan menjadi momentum perseroan untuk melakukan akselerasi kinerja. Dia berpandangan, peran pemerintah dan ekosistem investasi yang dibentuk untuk menarik investor memang menjadi dukungan serius. Apalagi, ekonomi saat ini tumbuh cukup kuat meski ada tantangan dari sisi pengaruh global.

Beberapa saham yang perlu dipantau pada perdagangan hari ini, menurut Nico, adalah ANTM rentang 1.950-2.070, MDKA 4.430-4.640, BRPT 905-980, ASII 5.925-6.375, dan BBCA 8.550-8.975. 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan