sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah akan turunkan subsidi energi pada 2019

Subsidi energi turun Rp4,1 triliun dari Rp164,09 triliun, menjadi Rp159,97 triliun pada postur sementara RAPBN 2019.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 18 Okt 2018 21:07 WIB
Pemerintah akan turunkan subsidi energi pada 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pemerintah kembali menurunkan subsidi energi. Ini karena adanya perubahan kurs rupiah menjadi Rp15.000 per dollar AS, dari Rp164,09 triliun menjadi Rp159,97 triliun.

Di hadapan Anggota Panja Banggar, Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani, mengumumkan, subsidi energi turun Rp4,1 triliun dari Rp164,09 triliun, menjadi Rp159,97 triliun pada postur sementara RAPBN 2019.

"Penyesuaian subsidi energi ini untuk pengendalian sebanyak Rp3,1 triliun dari subsidi BBM dan LPG, serta subsidi listrik Rp1 triliun," jelas Askolani di Ruang Banggar, Kamis (18/10). 

Hanya saja, penurunan subsidi energi ini, tidak mengubah subsidi terhadap solar yang sebesar Rp2.000 per liter. 

Sponsored

Adanya perubahan energi tersebut, akan menyebabkan perubahan alokasi untuk dana cadangan belanja menjadi bertambah sebesar Rp18,5 triliun.Di mana dana 18,5 triliun ini dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana, mitigasi bencana dan untuk dana mendesak kementerian/lembaga.

Pemerintah kembali menurunkan subsidi energi. Setelah dua hari sebelumnya pemerintah melakukan penyesuaian subsidi energi sebesar Rp164,09 triliun. Kini pemerintah menurunkan lagi menjadi Rp159,97 triliun atau dengan kata lain diturunkan Rp4,1 triliun.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR pada Selasa (16/10) telah sepakat atas usulan Menkeu Sri Mulyani untuk menaikkan subsidi energi sebesar Rp6,3 triliun.  Kenaikan itu berasal dari Rp159,97 triliun menjadi Rp164,09 triliun. Setelah adanya penetapan kurs rupiah terhadap menjadi Rp15.000 per dollar AS.

Berita Lainnya