close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto istimewa
icon caption
Ilustrasi. Foto istimewa
Bisnis
Kamis, 03 Juni 2021 17:34

Pemerintah terbitkan sukuk global US$3 miliar bertenor 30 tahun

Sukuk tersebut diterbitkan dalam format 144A/Reg S Trust Certificate dengan akad Wakalah yang jatuh tempo pada 2026, 2031, dan 2051.
swipe

Pemerintah Indonesia menerbitkan sukuk global senilai US$3 miliar dengan tenor hingga 30 tahun. Rinciannya, US$1,25 miliar bertenor 5 tahun, US$1 miliar bertenor 10 tahun, dan US$750 juta bertenor 30 tahun untuk seri green.

Sukuk tersebut diterbitkan dalam format 144A/Reg S Trust Certificate dengan akad Wakalah yang jatuh tempo pada 2026, 2031, dan 2051 atau sukuk wakalah.

Sukuk Wakalah ini diterbitkan oleh Pemerintah melalui perusahaan penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN. 

Penerbitan Sukuk Global kali ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Setelmen akan dilaksanakan pada 9 Juni 2021. 

Transaksi ini telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

Mengambil keuntungan dari pembukaan pasar Asia yang stabil pada 2 Juni 2021, pemerintah masuk pasar sukuk global secara oportunis, mengumumkan initial price guidance pada 1,90% area, 3,00% area dan 4,00% area untuk tenor 5, 10 dan 30 tahun.

"Transaksi tersebut mendapat respons positif dari investor sejak dimulainya bookbuilding," kata Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan resmi, Kamis (3/6) 

Dengan demikian, memungkinkan pemerintah untuk menekan initial price guidance sebesar 40 bps pada tenor 5 tahun dan sebesar 45 bps pada tenor 10 dan 30 tahun, untuk mengumumkan final price guidance pada 1,50% untuk tenor 5 tahun, 2,55% untuk tenor 10 tahun dan 3,55% untuk tenor 30 tahun. 

Jumlah order book, yang mencerminkan minat investor yang tajam dan sesi bookbuilding yang kuat, tercatat pada US$10,3 miliar atau sebesar 3,43 kali target pemerintah sebesar US$3 miliar.

Dalam transaksi ini, pemerintah memperkenalkan format Green Sukuk pada tenor 30 tahun untuk pertama kalinya, yang juga merupakan pertama di dunia, setelah secara konsisten menerbitkan Green Sukuk dengan tenor lima tahun setiap tahun sejak debutnya pada 2018. 

"Penerbitan ini membuktikan dedikasi dan komitmen jangka panjang pemerintah untuk pembiayaan hijau dan berkelanjutan, serta mempelopori metode pembiayaan dalam upaya melawan perubahan iklim," tulis keterangan yang sama. 

Green Sukuk yang diterbitkan pada penawaran kali ini adalah adalah Green Sukuk global keempat yang diterbitkan berdasarkan ROI Green Bond and Sukuk Framework.

Adapun, distribusi investor untuk tenor lima tahun sebesar 34% investor Asia (kecuali Indonesia), 33% investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 16% investor Indonesia, 10% investor Eropa dan 7% investor Amerika Serikat. 

Menurut jenis investor, distribusinya adalah 41% ke bank, 30% ke bank sentral/sovereign wealth funds/agency, 23% ke pengelola dana, 4% ke asuransi/dana pensiun dan 2% ke private bank dan lain-lain.

Tenor 10 tahun didistribusikan sebesar 35% investor Asia (kecuali Indonesia), 29% investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 18% investor Eropa, 12% investor Amerika Serikat dan 6% investor Indonesia. 

Menurut jenis investor, distribusinya adalah 40% ke pengelola dana, 36% ke bank, 12% ke bank sentral/sovereign wealth funds/agency, 10% ke asuransi/dana pensiun dan 2% ke private bank dan lain-lain.

Sedangkan untuk tenor 30 tahun didistribusikan sebesar 34% investor Asia (kecuali Indonesia), 27% investor Amerika Serikat, 25% investor Eropa, 8% investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia) dan 6% investor Indonesia. 

Menurut jenis investor, distribusinya adalah 63% ke pengelola dana, 19% ke bank, 12% ke asuransi/dana pensiun, 5% ke bank sentral/sovereign wealth funds/agency dan 1% ke private bank dan lain-lain.

CIMB, Citibank, Dubai Islamic Bank, HSBC dan Standard Chartered bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunner. HSBC dan Standard Chartered bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini.

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Berita Terkait

Bagikan :
×
cari
bagikan