sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penempatan dana pemerintah di bank Himbara akan diperpanjang

Jangka waktu penempatan dana pemerintah di bank Himbara dalam program PEN semula hanya dilakukan selama tiga bulan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 29 Jun 2020 16:02 WIB
Penempatan dana pemerintah di bank Himbara akan diperpanjang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penempatan dana pemerintah di Himpunan Bank Negara (Himbara) berpotensi diperpanjang, sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.

“Bapak presiden sudah meminta ini diperpanjang, namun nanti kami akan lakukan secara bertahap dengan evaluasi,” katanya dalam rapat kerja bersama DPR, Senin (29/6).

Semula, jangka waktu penempatan dana dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut hanya dilakukan selama tiga bulan. Rencananya akan diperpanjang sesuai dengan kemampuannya untuk mendorong pertumbuhan sektor riil serta mendorong perekonomian masyarakat.

“Bapak presiden secara bersamaan juga meminta agar penempatan ini dievaluasi setiap tiga bulan, jadi kami akan melakukan monitoring setiap tiga bulan kepada masing-masing bank,” ujarnya.

Sri pun menuturkan, bank Himbara yang mendapat penempatan dana total Rp30 triliun untuk tahap awal telah menyampaikan informasi serta rencana penggunaan dana tersebut dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi. Bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Untuk itu, dia mengatakan, pemerintah akan terus mengevaluasi dan mengawasi penggunaan dana tersebut di masing-masing bank untuk melihat efektivitas pengalokasian dana dan dampaknya bagi sektor riil.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi dari rencana strategis bisnis yang telah disampaikan bank Himbara sehingga mekanismenya adalah revolving dengan penempatan dana tiga bulan direvolve untuk nanti enam bulan dan seterusnya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Bank Mandiriakan fokus menyalurkan kredit untuk sektor produktif, padat karya, mendukung ketahanan pangan, dan mendorong sistem logistik nasional dengan nilai Rp21 triliun.

Sponsored

"Untuk Bank Mandiri segmennya Mikro-KUM, SME, komersial, dan corporate, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), masing-masing akan memiliki dampak terhadap sektor riil termasuk rencana dan dampak dalam penyalurannya," ucapnya.

Sementara dana pemerintah di BRI akan digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa ekspansi kredit UMKM selama enam bulan sebesar Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87% atau Rp108,8 triliun. Kemudian, untuk BNI, dana pemerintah akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil bagi usaha kecil, menengah, dan korporasi, serta consumer loan dalam tiga bulan ke depan senilai Rp15,04 triliun.

"Untuk masing-masing sektor adalah pertanian, industri pengolahan, jasa, konstruksi, angkutan, air dan gas, dan pertambangan. Untuk industri berat yaitu yang berorientasi ekspor," tambahnya.

Untuk Bank BTN, dana pemerintah difokuskan untuk penyaluran kredit perumahan sebesar 70% dari total dana sebesar Rp30 triliun. Di mana sebesar 51,6% atau senilai Rp5,4 triliun difokuskan untuk ekspansi KPR.

Berita Lainnya