close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Suasana ruang tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5). / Antara Foto
icon caption
Suasana ruang tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5). / Antara Foto
Bisnis
Rabu, 08 Mei 2019 11:14

Penerbangan luar Jawa akan dipindahkan dari Husein Sastranegara ke Kertajati

Pergeseran penerbangan itu untuk membagi peran dua bandara yang masih beroperasi di satu provinsi.
swipe

Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka menyambut rencana pemindahan rute penerbangan ke luar Jawa dari  Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati.

Pergeseran penerbangan itu untuk membagi peran dua bandara yang masih beroperasi di satu provinsi.

"Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Bapak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang sudah memiliki komitmen sejak awal untuk meramaikan Bandara Kertajati ini," kata Direktur PT BIJB Muhamad Singgih dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Rabu (8/5).

Singgih mengatakan segala yang berkaitan dengan operasional di Kertajati sudah siap. Menurut dia, bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta itu juga akan melakukan optimalisasi untuk pemindahan penerbangan tersebut.

Sementara itu, Singgih mengungkapkan dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (7/5), disepakati pembagian peran sementara antara Husein Sastranegara dan Kertajati.

Rapat dihadiri pemangku kepentingan otoritas bandara dan operator Bandara Kertajati PT Angkasa Pura II.

Hasilnya, Husein Sastranegara tetap beroperasi dengan melayani rute di dalam Pulau Jawa dan Bandar Lampung. Untuk rute internasional, Husein tetap melayani ke Malaysia dan Singapura. Sedangkan rute jarak jauh atau keluar Pulau Jawa seluruhnya akan dialihkan ke Kertajati.

"Pelaksanaannya bisa sebelum lebaran atau setelah lebaran. Tapi maksimal 15 Juni 2019," terangnya.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh juga berkaitan dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah padat melayani penerbangan setiap hari. 

Keputusan akhirnya diambil agar Bandara Kertajati bisa optimal dari segi pelayanan penerbangan.

Singgih menambahkan, fasilitas Bandara Kertajati sudah sangat siap melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Panjang landasan sudah 3.000 meter x 60 meter, serta parking stand dapat menampung 22 pesawat, memantapkan bahwa bandara ini siap melayani penerbangan kapan saja.

Sementara, untuk konektivitas dengan moda lain, sambil menunggu rampungnya Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) sebagai akses utama ke Bandara Kertajati, Tol Cipali tetap bisa diandalkan.

Tol ini akan digunakan moda transportasi darat menuju Bandara Kertajati. "Bandung ke Kertajati via Tol Cipali itu hanya dua setengah jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum," ucap Singgih.

Lebih lanjut, Singgih menyebut sudah ada 12 mitra dan sembilan rute di Jawa Barat yang terlayani dari dan menuju Bandara Kertajati.

Selain travel, ada Perum Damri, moda transportasi yang sudah menyediakan dan menambah armadanya kapan saja jika dibutuhkan.

Mitra transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati yakni Bandung, Indramayu, Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon, dan Kabupaten Bekasi. Seluruhnya mulai melayani penumpang kembali pada 15 Mei 2019.

"Artinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi bagaimana menjangkau Bandara Kertajati. Ini juga akan terus berkembang ke daerah lain seiring permintaan masyarakat," imbuh Singgih.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sedang melakukan evaluasi ihwal belum optimalnya Bandara Kertajati pascadiresmikan Mei 2018 lalu.

"Kami akan melakukan evaluasi, dan sudah bertemu dengan gubernur juga, langkah yang kami ambil adalah semua penerbangan tujuan luar Jawa berangkat dari Kertajati, tidak dari Bandara Husein Sastranegara," kata Budi.

Budi menyebutkan, terkait rencana itu semua pihak sudah menyatakan persetujuan tinggal menunggu waktu pelaksanaan. “Pelaksanaannya entah setelah lebaran atau sebelum lebaran,” ujar Budi. (Ant)
 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Laila Ramdhini
Reporter
img
Laila Ramdhini
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan