close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Kinerja IHSG . Foto: Freepik
icon caption
Ilustrasi. Kinerja IHSG . Foto: Freepik
Bisnis
Jumat, 15 September 2023 08:53

Pengamat sebut IHSG masih berpotensi mencapai level 7.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih dapat dikategorikan tergolong cukup stabil dalam merespons gejolak ekonomi dunia.
swipe

Founder Tumbuh Makna Muliadi San menjelaskan, dalam konteks pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih dapat dikategorikan tergolong cukup stabil dalam merespons gejolak ekonomi dunia yang terjadi belakangan ini.

"Saya melihat valuasi IHSG kita cenderung atraktif. Kami telah mengumpulkan data di berbagai tahun. Berdasarkan data dari 2013 sampai 2022, pada September itu, IHSG ada di zona merah sebanyak enam tahun dari 10 tahun. Artinya adalah di September, IHSG itu kecenderungannya mengalami koreksi. Sementara di Oktober, IHSG kita selama delapan tahun ada di zona hijau, dan hanya dua tahun berada di zona merah. Jadi probabilitasnya di Oktober IHSG itu mengalami kenaikan. Secara statistik hal ini cukup menarik untuk pasar saham kita di sisa semester II-2023," jelasnya dalam keterangan resminya, Kamis (15/9).

Oleh karena itu, menurutnya, terdapat peluang yang baik di sisi ekonomi yang lain di Indonesia. Hal tersebut, justru bisa dimanfaatkan dengan baik dan rasional oleh berbagai investor. Namun, ia menyampaikan, para investor tentu harus memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan melakukan investasi. Contohnya dengan melakukan strategi pendekatan profil risiko agar dapat melakukan investasi secara kondusif dan aman.

"Saya melihat untuk 12 bulan ke depan tentunya sentimen pasar akan lebih kondusif dan konstruktif. Sisi kondusif di sini terlihat karena adanya faktor risiko perubahan moneter dan fiskal yang akan lebih minim. Jadi pertimbangan sektor dan kelas aset yang lebih diuntungkan untuk diterapkan di portofolio akan lebih mudah diprediksi," kata adia.

Sementara, untuk sisi konstruktif memiliki arti bahwa akan ada hal yang baik dan prospektif di dalam sektor IHSG. Ini terlihat karena pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia masih cukup positif. Itu yang membuat pihak bertahan dengan pandangan bahwa IHSG masih berpotensi mencapai level 7.400, dengan pertimbangan EPS growth di angka 9%-10%.

Ia menambahkan, obligasi dengan durasi tenor menengah bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para investor,  karena itu salah satu pilihan yang menarik di 2024.

"Jika melihat data-data yang ada, tentu saya sangat optimis dengan saat ini, khususnya dengan obligasi-obligasi yang tenornya menengah sehingga dapat menjadi satu pilihan menarik bagi para investor," ujarnya.

Sementara untuk investor yang cenderung konservatif, bisa melihat peluang pada Sukuk Ritel 019 yang telah diterbitkan Kementerian Keuangan, yang dapat membantu progres kegiatan investasi dan mendorong pemerintah melakukan perkembangan ekonomi nasional.

Untuk diketahui, pada penutupan kemarin (14/9) sore, IHSG berhasil menguat  ke zona hijau dengan posisi meningkat 23,857 basis point atau naik 0,34% ke level 6.959,333. IHSG bergerak variatif dari batas atas di level 6.968 hingga batas bawah pada level 6.927 setelah dibuka pada level 6.935.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan