sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penyaluran KUR BRI capai 23% dari target

Penyaluran kredit selama kuartal I-2019 ini melingkupi beberapa sektor mulai dari jasa, produksi, hingga perdagangan.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 04 Apr 2019 20:31 WIB
Penyaluran KUR BRI capai 23% dari target

Sepanjang kuartal awal 2019 ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mencatatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp20 triliun atau setara 23% dari target KUR BRI 2019 yakni sebesar Rp87 triliun.

Executive Vice President Bisnis Kecil dan Kemitraan BRI Hari Purnomo mengatakan, penyaluran kredit selama kuartal I-2019 ini melingkupi beberapa sektor mulai dari jasa, produksi, hingga perdagangan.

"Hal ini menunjukkan kalau penyaluran KUR kita sudah berimbang ke semua sektor," ujar Hari dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Hotel Harris Ventur Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

Menurutnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana target penyaluran KUR bisa terpenuhi. Selain itu, porsi pemberian pada sektor produksi juga sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 60%.

"Yang penting untuk produksi porsinya 60%, mencakup kegiatan usaha dari hulu, proses, dan hilir," katanya.

BRI  juga telah menyalurkan KUR kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di mana targetnya adalah sebesar Rp14 triliun. Namun, hingga akhir Februari, penyaluran KUR untuk TKI baru sekitar Rp28 miliar.

Sementara itu pada tahun lalu, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp80,18 triliun atau sekitar 99,9% dari target.

Untuk menggapai pencapaian serupa dengan tahun lalu, BRI sebagai salah satu dari tiga bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus menciptakan sejumlah terobosan melalui digitalisasi penyaluran KUR.

Sponsored

"Tugas kami meningkatkan accessibility. Bagaimana caranya? Melalui penyebaran outlet yang mudah dijangkau serta menyiapkan tenaga pemasar yang andal dan kompeten di berbagai sektor," katanya.

Setidaknya ada tiga terobosan digitalisasi pengembangan bisnis yang sudah dilakukan oleh BRI. Pertama adalah melalui peluncuran satelit yang diberi nama BRISat.

Dengan mengorbitnya BRISat, kini BRI dapat menghubungkan seluruh jaringan yang dimiliki di seluruh Tanah Air, seperti kantor-kantor BRI, mobile office, e-channels, floating bank, dan agen-agen bank, sehingga dapat diakses oleh masyarakat sebagai calon pemohon KUR secara cepat, mudah, murah, dan aman.

"Jangkauan BRISat mendukung BRI untuk berkontribusi dalam menyukseskan Program Inklusi dan Literasi Keuangan yang dicanangkan Pemerintah," ujarnya.

Terobosan kedua adalah melalui penyebaran agen BRILink yang sudah dididik sehingga siap memberikan informasi apapun terkait produk KUR yang dimiliki oleh BRI. 

"Sudah 401.550 agen BRILink yang tersebar di 17 kota. Ada di Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Jayapura," tuturnya.

Sedangkan terobosan terakhir adalah BRI Sistem Perkreditan Online Terpadu atau BRISpot, sebuah program digitalisasi proses kredit berbasis internet untuk kredit mikro.

Melalui BRISpot, para tenaga pemasar BRI langsung mendatangi pemohon KUR dan melakukan verifikasi, sehingga masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor konvensional BRI untuk mengurus semuanya.

"BRISpot ini langsung diakses oleh marketing kami. Mereka langsung mendatangi orangnya (pemohon KUR), kemudian difoto orangnya, dan bila semuanya memenuhi persyaratan, kreditnya bisa langsung jalan. Paling lama dua hari sudah masuk rekening pemohon KUR," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, selama 2015-2018, realisasi penyaluran KUR nasional mencapai Rp333 triliun. Di mana Rp235 triliun di antaranya merupakan dana KUR BRI dengan total debitur mencapai 12,5 juta orang dan persentase kredit bermasalah (NPL) 0,99%.