close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay.
Bisnis
Jumat, 14 Oktober 2022 20:24

Perlunya dukungan pasokan air dan alsintan pada budi daya sorgum nasional

Budi daya sorgum yang akan diperluas secara nasional mulai tahun depan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana memadai.
swipe

Budi daya sorgum yang akan diperluas secara nasional mulai tahun depan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana memadai agar berhasil mencapai target ketahanan pangan dalam negeri. Beberapa yang dibutuhkan adalah pasokan air yang konsisten serta alat mesin pertanian (alsintan).

Pasokan air dibutuhkan agar hasil panen komoditas tersebut sesuai target skala besar. Direktur Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Indah Megahwati mengatakan untuk memenuhi pasokan air dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 

"Kami enggak ingin budi daya sorgum hahal, sehingga pakai pipanisasi dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan sorgumnya terpenuhi. Kami enggak mau sorgum yang hanya 1 ton atau setengah ton hasilnya, tapi bisa mencapai 15 ton atau 20 ton per hektare. Otomatis mengenai yang di hulunya harus ada pupuk dan airnya tersedia. Karena ini kan skala luas rencananya," kata Indah, baru-baru ini.  

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam (SDA), Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan pihaknya telah mendatangi tiga wilayah di Sumba Timur untuk pembangunan sarana perairan dalam mendukung penanaman sorgum. 

Ketiga wilayah tersebut yakni Laipori, berupa persiapan operasional 13 sumur eksisting Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan pembuatan empat titik sumur bor baru. Lalu di Desa Patawang berupa pembuatan 50 titik sumur gali oleh swakelola padat karya (P3A), pembuatan empat titik sumur bor baru, dan penyiapan operasional untuk 50 titik sumur gali. 

"Untuk menggali di sini kami meminta bantuan petani di wilayah tersebut, P3A. Swakelola padat karya. Jadi mereka mendapat pemasukan tambahan," katanya dalam kesempatan yang sama. 

Kemudian yang terakhir di Desa Kawangu, berupa pembuatan dua titik sumur bor baru. 

Selain itu, Ditjen SDA KemenPUPR juga telah membangun sarana perairan dan infrastruktur pendukung penanaman sorgum di Nusa Tenggara Barat (NTB). 
 
Sementara itu, untuk alsintan yang dibutuhkan dalam budi daya sorgum memiliki kemiripan bentuk dan fungsi dengan yang digunakan pada komoditas jagung dan padi. Penggunaan alsinta sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialami petani. Drektur Utama PT PURA Engineering Dedy Dafianto mencontohkan, untuk penanaman sorgum, bila lahan hamparan disarankan menggunakan mesin transplanter agar lebih efisien. Adapun untuk lahan berbukit, menggunakan traktor manual.

"Alisintan ini kami bagi atas dua tipe. Paling bagus memang full lahan hamparan. Lahan hamparan untuk penanaman memakai traktor, bisa roda dua, roda empat. Tapi kalau berbukit lebih susah, arahnya ke manual. Tenaga hewan atau tenaga manusia," kata Direktur Utama PT PURA Engineering Dedy Dafianto.

Untuk pemeliharaan, lanjutnya, bagi lahan hamparan bisa memakai sprinkle, sprayer, drone. "Kalau berbukit bisa drone, bisa manual. Cuma mungkin cost, biaya akan dihitung simple atau tidak simple," katanya. 

Dan untuk panen, tambahnya, bila di lahan datar atau hamparan bisa menggunakan mesin pemanen kombinasi atau combine harvester yang memiliki tiga fungsi yaitu pemanen, penebas batang, dan pemipil. Namun untuk lahan berbukit, mesin harvester  tidak bisa digunakan dan alternatifnya adalah memakai alat pemotong batang (stalk cutter) seperti sabit atau sejenisnya. 

Menurutnya, pemilihan alsintan selain tergantung dari kriteria lahan juga ditentukan dari tujuan hasil panen. "Tergantung dari kondisi lahan, luasan besaran lahan dan areanya. Kalau batangnya dipakai, tidak bisa pakai combine harvester karena harus utuh. Beda lagi berlakunya. Ini (combine harvester) kami siapkan khusus untuk biji dan ampas batang-daun," katanya. 

Sekedar informasi, PT PURA Engineering adalah produsen beragam mesin pertanian, perikanan hingga rekayasa industri. Pihaknya telah memproduksi jenis-jenis alsintan yang bisa digunakan untuk budidaya sorgum. 

Pemerintah berencana membuka 115.000 hektare lahan untuk budi daya sorgum dan tahun 2024 akan disiapkan lahan sebesar 154.000 hektare, dengan Pulau Sumba difokuskan menjadi sentra sorgum nasional. 

Bupati Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) Kristofel Praing mengakui jumlah petani di wilayahnya tidak akan mencukupi untuk mendukung program sentra sorgum nasional. Sehingga bantuan alsintan mutlak dibutuhkan untuk menyokong program tersebut. "Tentu harus ada mekanisasi. Karena kondisi kering, struktur tanahnya kurang, kami mengawalinya butuh traktor tentunya," katanya.

img
Mosi Retnani
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan