logo alinea.id logo alinea.id

Pertumbuhan ekonomi ditarget 6% dalam RPJMN 2020-2024

Fokus RPJMN 2020-2024 akan bergeser dari pembangunan infrastruktur kepada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 09 Mei 2019 14:40 WIB
Pertumbuhan ekonomi ditarget 6% dalam RPJMN 2020-2024

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas/PPN) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% bakal tercapai pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

"Pada saat itu, tingkat kemiskinan juga bakal terus menurun dan kesejahteraan terus naik," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5).

Hal ini mengacu kepada pencapaian pemerintah dalam RPJMN 2014-2019 yang tercatat mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 5,17%. Selain itu, kemiskinan pun turun ke level 9,6% per September 2018 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun ke angka 5,34% per Agustus 2018.

“Fokus RPJMN pemerintahan selanjutnya menjadi pendorong utama percepatan kenaikan level pertumbuhan ekonomi,” kata Bambang.

Menurut Bambang, fokus RPJMN 2020-2024 akan bergeser dari pembangunan infrastruktur kepada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain fokus pada pembangunan SDM, pemerintah juga bakal menitikberatkan pada pengembangan ekonomi berkualitas, upaya perkuatan infrastruktur daerah, stabilitas politik hukum dan keamanan, serta perbaikan lingkungan hidup sebagai respons atas perubahan iklim.

Selanjutnya, kata Bambang, target RPJMN 2020-2024 juga menjadikan Indonesia negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia pada 2045.

"Dalam visi 2045 Indonesia akan menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi dengan PDB (Produk Domestik Bruto) terbesar kelima di dunia," katanya.

Sponsored

Hal tersebut memungkinkan apalagi bila didukung dengan empat pilar pembangunan yang semuanya telah tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Keempat pilar yang dimaksud yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan dan keempat, ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Bambang mengatakan, pendanaan untuk RPJMN 2020-2024 akan diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pembiayaan Investasi non APBN (PINA), investasi BUMN, serta sinergi swasta dan masyarakat.

Lalu, khusus untuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020, pemerintah akan fokus untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor riil untuk memberikan kesempatan kerja, ketahanan pangan, air, energi, dan lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.