sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pertumbuhan kredit baru akan meningkat di kuartal II

Menguatnya pertumbuhan kredit didukung oleh kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar. 

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Rabu, 18 Apr 2018 08:55 WIB
Pertumbuhan kredit baru akan meningkat di kuartal II
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan triwulanan (qtq) kredit baru pada triwulan II-2018, menguat. Hal itu terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 93,1%.

Survei Perbankan yang dilakukan BI menemukan, menguatnya pertumbuhan kredit didukung oleh kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar. Terutama pada aspek suku bunga kredit lebih rendah dan biaya persetujuan kredit yang lebih murah. Penurunan suku bunga kredit diperkirakan terjadi pada kredit modal kerja sebesar 3 bps menjadi 11,78% dan suku bunga kredit konsumsi turun 8 bps menjadi 14,50.

Prioritas utama perbankan dalam penyaluran kredit baru di triwulan II-2018 adalah kredit modal kerja, kemudian kredit investasi, dan kredit konsumsi. Sementara berdasarkan sektor ekonominya, prioritas penyaluran kredit adalah sektor perdagangan besar dan eceran, sektor industri pengolahan dan sektor perantara keuangan. 

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga diperkirakan tumbuh menguat dibandingkan triwulan sebelumnya. Menguatnya pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada tabungan dan deposito, sedangkan pertumbuhan giro diperkirakan melambat. 

"Responden optimis peningkatan pelayanan dan masih tingginya suku bunga deposito pada triwulan II, menarik minat nasabah menyimpan dana di bank," kata survei tersebut. 

Kemudian, rata-rata biaya yaang dikeluarkan bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau cost of fund (CoF) dalam rupiah, diperkirakan meningkat dari 5,70% menjadi 5,74%. Di sisi lain, biaya dana yang dioperasionalkan perbankan untuk memperoleh pendapatan atau cost of loanable fund (CoLF) diperkirakan naik dari 9,16% menjadi 9,19%. 

Hasil Survei Perbankan juga mengindikasikan tetap kuatnya optimisme terhadap peningkatan pertumbuhan kredit tahun ini. Optimisme tersebut didukung perkiraan kondisi ekonomi 2018 yang lebih baik dari tahun sebelumnya, penurunan suku bunga kredit, dan penurunan risiko penyaluran kredit.

Untuk keseluruhan 2018, pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 11,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun 2017 sebesar 8,2% (yoy).

Sponsored

Hal itu nampaknya dipicu oleh perkiraan turunnya suku bunga kredit. Rerata bunga kredit modal kerja diperkirakan turun 3bps menjadi 11,78% dan suku bunga kredit konsumsi turun 8 bps menjadi 14,50%. Sedangkan kredit investasi naik 6bps menjadi 12,18%. 

 

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya