sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertumbuhan kredit mampat akibat daya beli masyarakat rendah

Pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat menjadi variabel utama dari pendorong pertumbuhan kredit,

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 08 Apr 2021 11:18 WIB
Pertumbuhan kredit mampat akibat daya beli masyarakat rendah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Ekonom BRI Anton Hendranata mengatakan, rendahnya pertumbuhan kredit perbankan dengan kontraksi sebesar 2,4% di 2020, disebabkan oleh rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

Padahal pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat menjadi variabel utama dari pendorong pertumbuhan kredit, alih-alih penurunan suku bunga kredit,

"Secara ekonometrika, suku bunga kredit perlu turun, namun tidak cukup kuat mendorong pertumbuhan kredit, karena variabel yang paling sensitif adalah pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat," katanya dalam webinar ISEI, Kamis (8/4)

Oleh karena itu, agar kredit perbankan tumbuh signifikan pemerintah perlu mendorong pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat, utamanya untuk kelompok miskin dan rentan miskin.

"Kita sama-sama tahu, kalau masyarakat level bawah itu kalau punya uang akan langsung dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Hanya dengan cara itu, stimulus moneter dan fiskal pemerintah akan berjalan efektif, sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat dari pandemi Covid-19.

Anton bilang, jika belajar dari krisis ekonomi global 2008-2009 laju perekonomian nasional tetap dapat tumbuh positif di level 6% dan 4,6%, dikarenakan konsumsi dan daya beli masyarakat terjaga dengan pertumbuhan 3,1% dan 2,8%.

Hal ini, berbeda dengan pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat di kuartal II-2020 dan III-2020 yang terkontraksi 3,1% dan 3,5%, sehingga laju perekonomian turut terkontraksi masing-masing 5,3% dan 3,5%.

Sponsored

"Obat mujarab pemulihan itu bagaimana mempertahankan daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin. BLT dan bansos lain, serta pembangunan Infrastruktur dasar ini jalan terbaik untuk dorong daya beli masyarakat," ucapnya.

Namun demikian, dia pun mengungkapkan bahwa yang harus didorong oleh pemerintah bukan hanya konsumsi kelompok miskin. Namun juga kelompok menengah atas, agar uang mereka tidak hanya menumpuk di bank.

"Kita juga berharap kelompok menengah atas ini berkontribusi untuk peningkatan konsumsi, bukan hanya kelompok bawah," ucapnya.

Berita Lainnya