sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Produsen Taro akan private placement, dua perusahaan siap serap

Setelah melakukan private placement, AISA akan melakukan right issue.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 28 Sep 2020 18:53 WIB
Produsen Taro akan private placement, dua perusahaan siap serap
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. (AISA) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 September ini. Rencananya, dalam RUPSLB tersebut, emiten bersandi AISA tersebut akan meminta restu atas penerbitan saham baru melalui penambahan modal tanpa memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dan right issue atau penambahan modal dengan HMETD.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang dipublikasikan di harian nasional, Senin (28/9), private placement dan right issue ini bertujuan untuk memperbaiki rencana keuangan dan menjaga ketersediaan kas perseroan, pembayaran utang perseroan, dan untuk keperluan modal kerja. 

Harga pelaksanaan private placement berdasarkan kesepakatan para pihak adalah sebesar Rp210 per saham atau di bawah harga wajar AISA yang berada di level Rp173,58 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, produsen snack dengan jenama Taro ini akan mengantongi dana segar Rp1,26 triliun.

Setidaknya, sudah ada dua pihak yang akan menyerap private placement tersebut, yakni PT PT Pangan Sejahtera Investama (Pasti) dan PT Asta Askara Sentosa (Askara). 

Right issue

Setelah melakukan private placement, AISA akan melepas sebanyak-banyaknya 1,5 miliar saham seri B atau setara 12,21% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dari rencana right issue tersebut. Harga pelaksanaan right issue tersebut adalah sebesar Rp200 per saham. Sehingga, dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut, AISA akan mengantongi dana segar sejumlah Rp300 miliar.

Adapun dengan pelaksanaan aksi korporasi ini, jumlah kas dan setara kas AISA akan meningkat sebanyak-banyaknya 42% dari Rp722 miliar, menjadi Rp1,022 triliun. Kemudian, jumlah aset AISA juga akan meningkat 11% dari Rp2,61 triliun, menjadi Rp2,91 triliun, akibat meningkatnya jumlah kas dan setara kas sebesar Rp300 miliar.

Selain itu, jumlah ekuitas perseroan juga akan meningkat 27% dari Rp1,114 triliun menjadi Rp1,414 triliun akibat meningkatnya jumlah tambahan modal disetor dari hasil pelaksanaan right issue.

Sponsored

Pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk right issue, maka akan terkena efek dilusi maksimal 12,21%.

Berita Lainnya