sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PT Pratama Widya targetkan garap proyek ibu kota

Perseroan telah merencanakan pembangunan kantor cabang dan workshop di Pulau Kalimantan pada 2021.

Hermansah
Hermansah Rabu, 05 Agst 2020 19:52 WIB
PT Pratama Widya targetkan garap proyek ibu kota
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 262022
Dirawat 60064
Meninggal 10105
Sembuh 191853

Pemerintah tetap melanjutkan proyek pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur di tengah pandemi ini. Tak akan membebani APBN, pembangunan itu dikabarkan lebih fokus ke pembiayaan Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Corporate Secretary and Business Development PT Pratama Widya Tbk (PTPW) Richard Antonio, mengatakan, PTPW turut terlibat dalam pembangunan ibu kota negara baru beranggaran senilai Rp486 triliun tersebut.

"Manajemen menargetkan dari proyek ibu kota baru di Kalimantan ini, akan dapat memberikan kontribusi omzet sebesar Rp4,8 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah merencanakan pembangunan kantor cabang dan workshop di Pulau Kalimantan pada 2021.

PTPW  tengah menjalankan proyek infrastruktur, seperti pembangunan bendungan di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara, proyek jalan tol di Balikpapan-Samarinda dan Aceh, serta kereta cepat di Jawa Barat

Terkait kinerja, PTPW telah mencatatkan laba sebesar Rp 22,08 miliar per 30 Juni 2020. Meski di tengah kondisi pandemi Corona, jumlah laba di kuartal II-2020 tersebut naik sebesar 7% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan, pendapatan PTPW yaitu senilai Rp102,6 miliar.

"Untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2020, pendapatan PTPW mencapai Rp102,60 miliar dengan laba di kisaran Rp22,08 miliar naik 7% dibandingkan 30 Juni 2019," ujar dia.

Sementara, kontrak baru yang telah diperoleh hingga kini sebesar Rp113,36 miliar atau 61% dari target 2020.

Sponsored

Perseroan telah merevisi target pendapatan di 2020 yang sebelumnya Rp211 miliar menjadi Rp185 miliar atau naik sekitar 1,55% dibanding 2019 dengan rasio net profit margin di atas 20%. Adapun belanja modal atau capital expenditure (capex) yang disiapkan PTPW pada tahun ini yaitu sebesar Rp 103,76 miliar.

"Dengan realisasi berupa pembelian lahan sebesar Rp 16,96 miliar, bangunan sebesar Rp5,46 miliar dan alat berat senilai Rp24,61 miliar," jelasnya.

Sebagai upaya mempertahankan bisnis di kala pandemi ini, PTPW telah melaksanakan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan perusahaan lain agar dapat bersinergi dan produktif. Misalnya saja, KSO dengan PT PP Presisi Tbk untuk pekerjaan Cement Deep Mixing (CDM).

"Kami bersaing dengan perusahaan asing untuk pekerjaan ini karena CDM merupakan hal baru di dunia konstruksi Indonesia sehingga pelaku pasarnya masih sedikit," ujar Richard.

Selain itu, pihak PTPW juga melakukan kerja sama dalam hal transfer knowledge bidang teknologi alat berat dengan Sunward Intelligent Equipment Co Ltd yang merupakan perusahaan terbuka di China dan mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah China.

"Dalam hal kontrak, strategi kami adalah berfokus pada proyek infrastruktur, karena pembangunan infrastruktur akan selalu ada untuk menunjang perekonomian setelah masa pandemi selesai," sambungnya.

Berita Lainnya
×
img