sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPKPM: Realisasi investasi kuartal II-2021 capai Rp223 triliun

Realisasi investasi sebesar Rp223 triliun telah menyerap tenaga kerja sebanyak 311.922 orang.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 27 Jul 2021 16:09 WIB
BPKPM: Realisasi investasi kuartal II-2021 capai Rp223 triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal II-2021 sebesar Rp 223 triliun atau naik 1,5% dari kuartal sebelumnya (qtq) dan naik 16,2% dari periode sama tahun lalu (yoy).

Bahlil menjelaskan, realisasi sebesar Rp223 triliun tersebut pun telah menyerap tenaga kerja sebanyak 311.922 orang atau tumbuh 18,5% dibandingkan dengan realisasi investasi periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ini berdasarkan laporan kinerja perusahaan, semua datanya dapat dipertanggungjawabkan," katanya dalam video conference, Selasa (27/7).

Dia merinci, realisasi itu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp106,2 triliun dengan porsi 47,6% dan penanaman modal asing (PMA) yang realisasinya mencapai Rp116,8 triliun dengan porsi 52,4%.

"Bahwa kenaikan FDI dari 50,3% menjadi 52,4% ini mengindikasikan dunia sudah merasakan bagaimana pola perubahan regulasi (UU Ciptaker) dan manfaat dari perubahan itu," ujarnya.

Sementara itu, jika dilihat persebaran realisasi investasi pada kuartal II-2021, sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa dengan besaran Rp109,2 triliun atau tumbuh 8,6% (yoy) dan menempati porsi 49% dari keseluruhan investasi.

Sementara luar Jawa besaran investasinya adalah sebesar Rp113,8 triliun atau tumbuh 24,6% (yoy) dan menempati porsi sebesar 51% dari keseluruhan investasi.

Jika dilihat per sektor, aliran investasi yang paling besar pada kuartal II-2021 bermuara pada sektor perumahan kawasan industri dan perkantoran dengan investasi sebesar Rp31,3 triliun.

Sponsored

Lalu berturut-turut pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp29,7 triliun; transportasi gudang dan telekomunikasi Rp27,9 triliun; listrik, gas dan air Rp24,1 triliun; serta pertambangan Rp20,3 triliun.

Sedangkan, asal investasi pada kuartal II-2021 ini terbesar adalah dari Singapura yaitu dengan investasi US$2,1 miliar, disusul Hongkong US$1,4 miliar; Belanda US$1,1 miliar, dan Jepang US$0,7 miliar, serta China US$0,6 miliar.

 

 

 

Berita Lainnya