logo alinea.id logo alinea.id

Resmi IPO, saham Bali United langsung oversubscribed

Dana segar yang didapat perusahaan akan digunakan untuk investasi hingga modal kerja.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 17 Jun 2019 10:56 WIB
Resmi IPO, saham Bali United langsung oversubscribed

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (17/6). 

Bali United menjadi perusahaan publik ke-631 yang tercatat di BEI dan ke-14 tahun 2019. IPO ini resmi menandakan Bali United sebagai klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang melakukan go public.

Berkode saham BOLA, perusahaan melepas 2 miliar saham atau setara dengan 33,33% dengan harga penawaran perdana sebesar Rp175 per saham.

Saham emiten yang bergerak di sektor perdagangan, service, dan investment ini langsung melejit ke angka 69,14% ke level Rp296. Saham BOLA diperdagangkan sebanyak 23 kali dengan volume 1.560 saham dan menghasilkan nilai transaksi Rp49,14 miliar.

Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri mengatakan, saham Bali United tidak hanya diserbu pelaku pasar modal, tetapi juga suporter dari klub bola tersebut. 

Saham klub sepak bola milik konglomerat Pieter Tanuri bahkan mencapai kelebihan permintaan (oversubscribed) kurang lebih 110 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) yang ditawarkan ke publik.

"Ada anak kecil usia 12 tahun memecahkan celengan untuk membeli saham Bali United menggunakan nama kakaknya. Itu menjadi suatu kebanggaan untuk kami," kata Yabes di aula utama BEI, Senin (17/6).

Perolehan dana dari IPO tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk investasi, memperkuat struktur permodalan di entitas anak, dan sisanya untuk modal kerja.

Sponsored

"Modal kerja itu kami siapkan untuk suatu hal jika membutuhkan pemain, pemain cedera di tengah musim, pergantian pemain, dan kesejahteraan pemain," ujar Yabes.

Yabes melanjutkan Bali Bintang Sejahtera tidak hanya membawahi klub sepak bola, tetapi juga memiliki entitas usaha lain seperti PT Bali Boga Sejahtera yang bergerak di bidang pengelolaan kafe atau restoran, PT Kreasi Karya Bangsa yang beroperasi di bidang agensi olahraga, PT Radio Swara Bali Indah beroperasi di bidang radio swasta, dan PT IOG Indonesia Sejahtera di bidang e-sports.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengapresiasi langkah manajemen untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat memiliki saham di perusahaan tersebut.

"IPO ini memberikan manfaat lainnya, misalnya di dunia usaha, perusahaan akan terlihat lebih profesional dan transparan jika tercatat di BEI," tutur Inarno.

Setelah IPO, Inarno berharap perusahaan dapat menerapkan prinsip tata kelola yang baik ke depannya agar tetap dipercaya oleh pelaku pasar.