sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Resmi IPO, saham MNC Vision Network (IPTV) dibuka anjlok

PT MNC Vision Network Tbk. resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 08 Jul 2019 10:44 WIB
Resmi IPO, saham MNC Vision Network (IPTV) dibuka anjlok

PT MNC Vision Network Tbk. resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham IPTV. MVN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang TV berbayar, fixed broadband/IPTV, dan layanan konten digital melalui anak perusahaannya PT MNC Sky Vision Tbk (MNC Vision), PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play), PT MNC OTT Network (MNC Now) dan PT Nusantara Vision (NV).

Pada penawaran perdana saham hari ini MVN menetapkan harga penawaran perdana perseroan sebesar Rp240 per saham. IPTV melepas 10% saham mereka atau sejumlah 3,5 miliar saham ke publik. Dengan penawaran tersebut, MVN bergarap memperoleh dana segar sebesar Rp8,450 miliar.

MVN rencananya akan menggunakan dana IPO tersebut sebesar 70% untuk modal kerja dan pengembangan jaringan broadband/ IPTV MNC Play. Rinciannya, 15% untuk modal kerja yang akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari. Sementara 85% untuk pengembangan jaringan broadband/ IPTV MNC Play.

Sisa dana IPO sebesar 30% akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan bisnis layanan penyiaran digital (streaming) MNC Now. Rinciannya, 35% untuk modal kerja yang akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, dan 65% untuk pengembangan bisnis layanan penyiaran digital (streaming) MNC Now.

Sponsored

Saat dibuka pada penawaran saham perdana, saham IPTV dibuka turun pada angka Rp236 per saham. Saham MVN menjadi salah satu saham teraktif di pagi ini dengan frekuensi perdagangan 2.709 kali, volume 99.400 dengan nilai Rp2,36 miliar.

"Price per share kami Rp240 per saham dan pada awal perdagangan memang sempat melambat. Karena volumenya besar, kami masuk di top 5 frequent," kata Direktur Utama MVN Ade Tjendra di gedung BEI, Senin (8/7).

Untuk diketahui, laba usaha perusahaan milik Hary Tanoesodibjo ini untuk tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp4.662 juta atau sebesar 1,43% menjadi Rp331.319 juta pada tahun 2018 dibandingkan dengan Rp326.657 juta pada tahun 2017. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan neto perseroan dari pendapatan atas jasa broadband oleh anak usaha Perseroan yaitu MNC Play.