India dan Uni Eropa (EU) menyepakati sejumlah liberalisasi sektor jasa keuangan dalam perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang baru ditandatangani. Salah satu poin utama adalah komitmen India mengizinkan bank asal Uni Eropa membuka hingga 15 cabang dalam kurun empat tahun, meningkat dari batas sebelumnya sebanyak 12 cabang.
Selain itu, India juga menyetujui pengikatan Foreign Direct Investment (FDI) hingga 100% di sektor asuransi. Kesepakatan tersebut dicapai sebagai bagian dari pertukaran konsesi, termasuk pemberian rezim visa yang lebih stabil bagi pegawai dan profesional India yang bekerja di negara anggota Uni Eropa.
Pemerintah India menyatakan bahwa penawaran sektoral dalam perjanjian ini mencerminkan pendekatan liberalisasi yang berorientasi ke depan.
“Penawaran sektoral India merepresentasikan pendekatan liberalisasi yang berpandangan jauh ke depan, dengan mempertimbangkan kebijakan terbaru yang mengizinkan FDI 100% di sektor asuransi serta peningkatan batas FDI menjadi 74% di sektor perbankan. Selain itu, kerangka perizinan cabang bank juga dilonggarkan dengan mengizinkan pembukaan hingga 15 cabang dalam empat tahun, meningkat signifikan dari batas sebelumnya dalam komitmen GATS sebanyak 12 cabang,” ujar pemerintah India dalam pengumuman resminya dilansir dari The Economic Times, Kamis (29/1).
Kebijakan ini menempatkan penyedia jasa keuangan Uni Eropa pada posisi kompetitif yang kuat di tengah pesatnya pertumbuhan pasar keuangan India. Di sisi lain, langkah tersebut juga menegaskan komitmen India terhadap liberalisasi pasar secara bertahap, sejalan dengan kepentingan strategis nasional.
Meski demikian, India sebelumnya tidak memberikan relaksasi pembukaan cabang bank dalam perjanjian perdagangan bebas dengan Inggris yang ditandatangani tahun lalu, meskipun konsesi serupa diberikan kepada Selandia Baru.
Sebagai timbal balik, Uni Eropa juga membuka akses yang lebih luas bagi penyedia jasa keuangan India untuk memperluas operasinya di kawasan tersebut. Langkah ini dinilai akan memperkuat ekspor jasa keuangan India sekaligus mendorong pertumbuhan sektor secara berkelanjutan.
Perjanjian ini turut membuka peluang bagi praktisi AYUSH, termasuk dokter, untuk membuka klinik dan pusat kebugaran di negara Uni Eropa. Para profesional AYUSH diperbolehkan memberikan layanan berdasarkan kualifikasi yang diperoleh di India.
Di sektor mobilitas tenaga kerja, intra-corporate transferees akan memperoleh visa berdurasi tiga tahun yang dapat diperpanjang hingga dua tahun, dengan fasilitas tambahan bagi pasangan dan tanggungan. kebijakan ini akan menguntungkan perusahaan teknologi informasi India serta perusahaan multinasional yang beroperasi di India maupun Uni Eropa.
India dan FTA uni eropa dinilai sebagai tonggak penting dalam kerja sama bilateral. Total perdagangan jasa antara India dan Uni Eropa tercatat mencapai sekitar US$83 miliar atau sekitar Rp1,4 kuadriliun pada 2024. Pada tahun yang sama, India mengekspor jasa keuangan senilai US$700 juta ke Uni Eropa dan mengimpor sekitar US$600 juta atau Rp9,6 triliun.
Perjanjian ini diharapkan menyediakan kerangka institusional dan regulasi yang mampu mempercepat kolaborasi bilateral, memperluas akses pasar, serta mendorong integrasi sistem keuangan kedua kawasan.
Lampiran Jasa Keuangan dalam India dan FTA Uni Eropa juga menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan komitmen sebelumnya di bawah Perjanjian Umum tentang Perdagangan Jasa atau General Agreement on Trade in Services (GATS), dengan cakupan 16 pasal. Dengan poin utama mencakup pengembangan pembayaran elektronik dan transaksi real-time, inovasi teknologi finansial dan regulasi, lembaga pemeringkat kredit dan prinsip non diskriminasi, peningkatan batas investasi FDI, serta perluasan pembukaan cabang bank.