close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di acara Peresmian Perluasan Bandara Komodo, Kamis (21/7/2022). Foto YouTube Sekretariat Kabinet
icon caption
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di acara Peresmian Perluasan Bandara Komodo, Kamis (21/7/2022). Foto YouTube Sekretariat Kabinet
Bisnis
Kamis, 21 Juli 2022 11:52

Meresmikan Bandara Komodo, Jokowi: Semoga mensejahterakan rakyat

Perluasan Bandara Komodo dan sejumlah fasilitasnya dapat mendatangkan lebih banyak turis baik dari mancanegara maupun lokal.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung dan meresmikan perluasan Bandar Udara (Bandara) Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Jokowi menyebut, kawasan Labuan Bajo memiliki potensi wisata yang terbilang lengkap. Untuk itu, perbaikan fasilitas terus dilakukan agar dapat mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya yang berada di wilayah NTT. 

"Labuan Bajo ini komplet. Budaya ada, pemandangan sangat bagus, pantainya cantik, dan di dunia yang enggak ada, enggak ada di tempat lain, yaitu komodo yang ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Peresmian Perluasan Bandara Komodo, Kamis (21/7).

Jokowi turut mendorong percepatan pembangunan fasilitas di Bandara Komodo baik dari sisi darat maupun udara. Sehingga, operasional bandara ke depannya dapat menjangkau penerbangan langsung dari mancanegara.

"Ini Bandara Komodo, terminal sudah diperlebar. Masih kurang? Ya diperlebar. Kalau nanti semakin penuh, ya harus diperluas lagi," ujar Jokowi.

"Menteri Perhubungan menyampaikan runway-nya masih kurang, kalau ditambah 100 meter wide body bisa masuk. Ya tambah, kalau enggak bisa tahun ini, maksimal tahun depan harus selesai," imbuhnya.

Jokowi berharap, perluasan Bandara Komodo dan sejumlah fasilitasnya dapat mendatangkan lebih banyak turis baik dari mancanegara maupun lokal. Sehingga, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dapat semakin dikenal dan turut mensejahterakan penduduk setempat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, landasan pacu atau runway Bandara Komodo telah diperpanjang mencapai 2.600 meter.

Budi menyebut, dengan landasan pacu yang ada, saat ini Bandara Komodo melayani pesawat jenis narrow body. Sehingga, diperlukan penambahan panjang runway agar Bandara Komodo bisa digunakan oleh pesawat berjenis wide body.

"Jika ditambah 100 meter, akan dimungkinkan mencapai penerbangan 10 jam. Berarti, bisa digunakan oleh pesawat wide body yang bisa menjangkau banyak daerah internasional," ujar Budi.

Selain itu, pengembangan bandara juga dilakukan di sisi darat. Budi mengatakan, pihaknya secara konsisten melakukan perluasan dan revitalisasi kondisi gedung terminal Bandara Komodo baik dari sisi interior maupun pelayanan.

"Kita secara konsisten melakukan perluasan dan beautifikasi atas 15.000 meter persegi bagi bandara ini dengan konsep tradisional, sentuhan modern, dengan motif songket mata manuk atau mata ayam," terang Budi.

Budi menambahkan, pihaknya turut mengapresiasi sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam pengembangan Bandara Komodo. Selain itu, ia berharap adanya dukungan dari investor ke depannya untuk mengembangkan gerbang transportasi udara di Pulau Flores tersebut.

"Pengembangan ini memang masih menggunakan APBN. Tentu kita harapkan investor lain untuk mengembangkan agar bandara ini lebih baik dan lebih kompetitif," pungkas Budi.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan