sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Saham Garuda diburu investor di tengah isu kartel tiket

Saham PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) menjadi incaran investor pada Rabu (23/1).

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 23 Jan 2019 16:56 WIB
Saham Garuda diburu investor di tengah isu kartel tiket
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Saham dua anak usaha Garuda Indonesia Group, yakni PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) menjadi incaran investor pada Rabu (23/1). Saham keduanya justru naik signifikan setelah ada dugaan aksi kartel tiket pesawat oleh Garuda.

Mengutip RTI Infokom, pada perdagangan sesi I hari ini, saham GIAA melonjak 32 point atau 9,94% ke level Rp354 per saham dengan nilai transaksi Rp34,53 miliar. Sementara itu, saham GMFI juga naik 16 point atau 6,56% ke level Rp260 dengan nilai transaksi Rp18,36 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari) menyatakan ketertarikan investor terhadap Garuda pasti berlandaskan pertimbangan yang baik. "Garuda Grup sekarang sudah dilihat oleh investor mempunyai management yang lebih baik dan yakin bisa membawa perubahan di GA," kata Ari saat dihubungi Alinea.id dari Jakarta, Rabu (23/1).

Lebih lanjut, ia mengatakan, apabila investor memiliki review yang negatif terhadap saham Garuda Indonesia Grup, tentunya tidak akan berimbas kepada harga saham yang melonjak. "Pastinya kalau investor melihat Garuda Indonesia Grup melakukan hal-hal di luar ketentuan dan regulasi, mereka pasti negatif dan reaksi saham tidak seperti ini," ujar dia.

Ari yang juga Ketua Umum Indonesian National Air Carriers Association (INACA) membantah adanya kesepakatan untuk menaikkan harga tiket antara maskapai nasional. Menurut dia, justru ada kesepakatan bersama untuk menurunkan harga tiket.

"Kami dari INACA memastikan tidak ada praktik kartel. Kami akan selalu support Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam melakukan klarifikasi dan hal-hal yang diperlukan dan kami terbuka atas masukan KPPU. Insya Allah INACA tidak pernah dan tidak akan melanggar aturan yang ada," kata Ari.

Dihubungi terpisah, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, dengan adanya dugaan kartel kenaikan tiket pesawat, tentunya akan menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menurunkan harga tiket pesawat.

"Asumsinya, kalau harga tiket turun, maka lalu lintas penerbangan akan meningkat sehingga pendapatan perusahaan (penerbangan) akan meningkat,” pungkasnya.

Sponsored

Sebelumnya, dugaan kartel mencuat setelah tiket pesawat mengalami perubahan secara serentak. Tak cuma kenaikan, penurunan tiket pesawat juga terjadi secara bersamaan.

Selain itu, industri penerbangan di Indonesia juga dikuasai oleh dua pemain besar, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group. Garuda Indonesia Group terdiri dari Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Sriwijaya Air. Adapun Lion Air Group terdiri dari Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. 

Berita Lainnya