logo alinea.id logo alinea.id

Saham perdana Madusari naik 50%

Perusahaan produsen ethanol ini menawarkan sebanyak 351.000.000 saham

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 30 Agst 2018 10:37 WIB
Saham perdana Madusari naik 50%

PT Madusari Murni Indah Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/8). Perusahaan dengan kode MOLI tersebut merupakan emiten ke-34 di tahun 2018 atau emiten ke 598 di pasar modal yang menawarkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2018.

Adapun perusahaan produsen ethanol ini menawarkan sebanyak 351.000.000 saham, setara dengan 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Volume ini turun dari target awal perseroan yaitu, 495.946.000 saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perusahaan menawarkan saham perdananya di Rp580 per saham.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Arief Goenadibrata, mengatakan IPO diharapkan menjadi langkah perusahaan untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik.

"Manajemen perseroan akan terus berupaya meningkatkan tata kelola perusahaan dengan baik," ujar Arief di Gedung BEI, Kamis (30/8).

Pada pencatatan perdana, saham MOLI naik 290 poin atau 50% ke level ke Rp870 dari harga pelaksanaan awal. Dengan kenaikan sebesar 50%, maka saham MOLI langsung menembus batas atas atau auto rejection.

Saham MOLI ditransaksikan sebanyak 5 kali dengan volume sebanyak 3.207 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp117 juta. Perseroan meraup total dana segar mencapai Rp279,01 miliar dari IPO.

Dana IPO rencananya digunakan untuk beberapa kebutuhan perseroan. Sebanyak 94,5% dari dana tersebut akan disalurkan kepada entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi, melalui pembelian beberapa mesin baru dan pembangunan pabrik.

Sponsored

"Sisanya digunakan untuk menyuntik entitas anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur," tukas Arief.

Perseroan telah menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek tunggal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, berharap perseroan dapat membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Semoga transparansi dijaga dengan baik, dijaga kinerja usaha dan juga market performance," pungkasnya