sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satelit broadband pertama di Indonesia menuju orbit

Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital

Armidis
Armidis Jumat, 22 Feb 2019 18:04 WIB
Satelit broadband pertama di Indonesia menuju orbit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Perusahaan telekomunikasi berbasis satelit PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), sukses meluncurkan Satelit Nusantara Satu ke orbitnya.

"Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital," kata Direktur Jaringan PT PSN Heru Dwikantono di Jakarta, Jumat.

Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throuhput Satellite (HTS) ini lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X menuju slot orbit 146 derajat Bujur Timur tepat di atas Papua, Indonesia.

Peluncuran satelit dengan investasi awal hingga US$250 juta ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi.

Satelit Nusantara Satu digunakan untuk keperluan pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia.

Selain itu, satelit ini juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Ubiqu merupakan produk utama PSN untuk melayani kebutuhan internet di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, pada akhir 2019, terdapat 10 ribu desa telah terkoneksi Ubiqu dan sekitar 2020-2021 terdapat 25 ribu desa terkoneksi.

"Kami memiliki Ubiqu dan Sinyalku dengan cakupan mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua, dari ujung utara Sulawesi hingga ujung selatan Nusa Tenggara," ujarnya.

Satelit yang diluncurkan diyakini mampu berperan untuk memacu pertumbuhan ekonomi lewat kegiatan ekonomi masyarakat.

Sponsored

Dari satelit yang ada, belum bisa mencukupi kebutuhan broudband internet. Namun demikian, peluncuran satelit ini mampu menambah kapasitas dari kebutuhan yang ada.

"Ini dapat memberikan  pelayanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau tiga kali lipat dari kapasitas satelit konvensional," kata Heru.

General manajer PSN Medianto Andwiputro menambahkan, keterbukaan akses internet di perdesaan, membantu mengakses pasar internasional.

"Adanya internet, memudahkan nelayan menjual ikan. Bahkan mereka bisa langsung jual ke pasar internasional," kata Medianto.

Selanjutnya, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) juga tengah mempersiapkan dua satelit lainnya untuk diluncurkan. PSN menargetkan, satelit Nusantara dua akan diluncurkan pada 2020, dan satelit Nusantara tiga pada 2022. (ant)

Berita Lainnya