sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Start-up Indonesia terbanyak ke-3 dunia

Jumlah start-up di Indonesia tercatat terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India dengan jumlah start-up 1.551 buah.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 14 Nov 2018 04:31 WIB
Start-up Indonesia terbanyak ke-3 dunia

Perkembangan digital turut mendorong pertumbuhan start-up atau perushaan rintisan. Jumlah start-up di Indonesia tercatat terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India dengan jumlah start-up 1.551 buah.

Dalam upaya mendukung start-up Indonesia dikenal dunia, Pusat Kerjasama Strategis Internasional (ISPC) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyelenggarakan Forum Start-up Digital Asia 2018. 

Forum ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan The Asia Foundation for International Cooperation, Korea Selatan, The Charchar Institute, Korea Selatan, dan The Jiangsu Chamber of Commerce di Beijing, China. 

"Fokusnya Apindo itu dua hal, masalah ketenagakerjaan dan masalah investasi. Nah, kita lakukan sekarang ini bagian investasinya. Kita mendorong sebanyak mungkin terjadi kerja sama antara investor lokal dengan investor asing," kata Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (13/11).

Haryadi berharap dalam pertemuan ini akan saling mengenal dan nantinya bisa melakukan kerjasama antara Indonesia dengan Korea maupun China.

"Hari ini sih mudah-mudahan ada terjadi kesepakatan-kesepakatan di antara mereka. Memang hari ini kan mereka baru kenalan tapi semoga ada kecocokan dan mereka bisa kerjasama joint venture," katanya. 

Selain itu, Haryadi juga berharap start-up Indonesia mendapatkan investasi dari kedua negara tersebut. Bahkan, bisa dibantu dari sisi teknologi maupun pemasarannya.

"Pertemuan ini untuk melakukan bisnis matching antara perusahaan-perusahaan start-up di China (dan Korea Selatan) dengan perusahaan start-up di Indonesia," ujarnya.

Sponsored

Upaya ini dilakukan Apindo karena start-up Indonesia tidak memiliki akses permodalan karena investor enggan mengambil risiko mendanai. Selain itu, start-up Indonesia juga sulit mengakses ke teknologi.

"Dengan kuta mengawinkan start-up Indonesia dapat sekaligus keuntungan, pertama di pendanaan, kedua di teknologi, dan ketiga di pemasaran," ungkapnya.

Tidak hanya start-up, Apindo juga berupaya mendorong semua sektor seperti sektor energi hingga pangan. Bahkan, Apindo telah miliki lembaga internasional untuk melakukan pertemuan bisnis dengan peluang investasi.

Syarat dan fakta startup menuju IPO