close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
kantor Unilever Indonesia. Dok Istimewa.
icon caption
kantor Unilever Indonesia. Dok Istimewa.
Bisnis
Jumat, 28 Oktober 2022 08:33

Unilever Indonesia cetak laba Rp4,6 Triliun di kuartal III 2022

Unilever Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,3%.
swipe

PT Unilever Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,3% secara tahunan atau year-on-year (yoy), senilai Rp4,6 triliun pada kuartal III 2022.

Perusahaan dengan kode saham UNVR itu berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp31,5 triliun. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan 2,3% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, berdasarkan laporan Nielsen, daya saing perusahaan di kuartal III menguat. Saham Unilever Indonesia mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir dibandingkan kuartal sebelumnya, baik secara nilai maupun volume.

"Bisnis e-commerce dan Unilever Food Solutions (UFS) bertumbuh lebih dari 50% selama kuartal ini. Melanjutkan komitmen kami untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan daya saing, kami terus menjalankan lima prioritas strategis kami," tuturnya dalam paparan kinerja keuangan kuartal III 2022, Kamis (27/10).

Strategi yang dilakukan oleh Unilever Indonesia adalah memperkuat dan membuka potensi penuh dari brand-brand besar, serta produk utama melalui inovasi dan program marketing terdepan untuk mendorong pertumbuhan pasar.

Selanjutnya, memperluas dan memperkaya portofolio ke premium dan value segment, memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) serta masa depan (e-commerce), penerapan E-Everything di semua lini bisnis, hingga tetap menjadi yang terdepan dalam pembangunan bisnis yang berkelanjutan.

Ira menyatakan, pihaknya juga telah menempatkan level investasi yang tepat untuk meningkatkan daya saing brand-brand Unilever. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan investasi periklanan sebesar 27% dibandingkan tahun lalu dan pengeluaran perdagangan di channel utama.

Untuk memperkuat fundamental sekaligus memastikan kemampuan bersaing di masa depan (future-fit), Unilever Indonesia memulai perjalanan transformasi lininya di semester II 2021.

"Melanjutkan transformasi channel yang dimulai pada semester kedua tahun lalu, kami mengurangi stok di sisi trade mulai kuartal III 2022, dan berlanjut di kuartal IV 2022. Saya melihat pentingnya membangun bisnis yang future-fit dan menciptakan sistem yang efisien, sehingga kami bisa bergerak lebih gesit dan tangkas untuk merespon pasar. Dengan demikian, inovasi kami akan menjangkau konsumen lebih cepat, dan dapat membantu customer mendorong pertumbuhan penjualan sell-out yang kompetitif," ujar Ira.

Tidak terpengaruh dengan pengurangan stok ini, penjualan perseroan pada outlet dan konsumen melalui customer telah bertumbuh kuat sebesar 7,1% di kuartal III.

Sehubungan dengan prioritas strategis Unilever yang kelima, Ira mengatakan, pihaknya terus menjadi yang terdepan dalam hal pembangunan bisnis berkelanjutan. Sebagai contoh, Bango yang memberdayakan ratusan penjaja makanan tradisional tanah air melalui program tahunan Festival Jajanan Bango, dan Royco dengan program Nutrimenu yang bertujuan mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat dan kuat.

Tahun ini, Royco Nutrimenu menargetkan 100 juta piring bergizi lezat untuk disajikan di meja makan keluarga Indonesia. Perbedaannya, sebagai bisnis future-fit semua brand Unilever bertujuan jelas dan secara kolektif menjadi penggerak kebaikan yang kuat dalam memberikan dampak positif bagi kehidupan seluruh masyarakat Indonesia setiap hari.

"Kami percaya kelima prioritas strategis sudah tepat, dan dalam jangka panjang akan menghasilkan pertumbuhan yang konsisten, kompetitif, menguntungkan, dan berkelanjutan," ucap Ira.

img
Yohanes Robert
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan