logo alinea.id logo alinea.id

Wirausaha menjadi pekerjaan favorit milenial

Survei yang dilakukan oleh Sea Group menunjukkan 24,4% anak muda Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi wirausahawan.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 10 Apr 2019 13:10 WIB
Wirausaha menjadi pekerjaan favorit milenial

Wirausaha menjadi pekerjaan paling diminati oleh anak muda di Indonesia. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Sea Group yang merupakan induk dari PT Shopee International Indonesia.

Survei yang dilakukan oleh Sea Group menunjukkan 24,4% anak muda Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi wirausahawan.

Kepala Ekonom Sea Group Santitarn Sathirathai  mengatakan, survei ini dilakukan kepada 14.000 anak muda. Namun, hanya sekitar 9.000 responden yang menyelesaikan survei tersebut.

"Survei ini dilakukan secara online yang dilaksanakan pada Juli 2018 selama satu bulan. Usia responden di bawah 36 tahun," ujar Santitarn di Jakarta, Selasa (9/4).

Survei tersebut juga menunjukkan pilihan pekerjaan berikutnya yang diminati anak muda adalah pekerjaan di pemerintahan atau pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 17,1%. Sementara, sebanyak 16,5% anak muda Indonesia memilih pekerjaan sebagai usaha keluarga. 

“Kemudian perusahaan multinasional sebanyak 11,4%, badan amal 9,5%, perusahaan lokal besar 8,8%, UKM 7,1%, dan perusahaan startup 5,2%," ucap dia. 

Meski wirausaha menjadi pilihan favorit anak muda Indonesia, survei yang sama mengungkap bahwa beberapa wirausahawan berkeinginan untuk beralih pekerjaan mendatang.

"Artinya, setelah menjalankan usahanya banyak yang ingin beralih pekerjaan. Hal ini dilatarbelakangi oleh faktor stabilitas pendapatan daripada keseimbangan kehidupan kerja," ucap Santitarn.

Sponsored

Menurutnya, teknologi saat ini seperti e commerce diharapkan menjadi alternatif atau solusi bagi wirausaha tetap konsiten menjalankan usahanya.

"E-commerce memiliki potensi untuk pendorong yang kuat membuka peluang ekonomi bagi mereka yang belum terpapar dengan teknologi digital," ujar Santitarn. 

Berdasarkan hasil riset Sea Group, anak muda Indonesia termasuk golongan yang optimistis terhadap kemajuan teknologi di ASEAN, dengan 54% mayoritas percaya bahwa teknologi akan meningkatkan lapangan pekerjaan di suatu negara. 

Namun, sebanyak 36,2% dari survei tersebut menyebut bahwa teknlogi juga akan mengurangi jumlah pekerjaan. Sedangkan 9,8% mengatakan teknologi tidak akan mengubah jumlah pekerjaan. 

Padahal, kata Santitarn, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi ekosistem vital dalam pendukung dan membantu wirausahawan muda untuk berkembang dan mendapatkan pekerjaan yang fleksibel serta pendapatan yang lebih stabil.

Lebih lanjut, survey ini juga mengungkap sebanyak 25,7% anak muda Indonesia mencari pekerjaan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Kemudian, diikuti sebanyak 25,7% untuk mencari pengalaman.

"Jadi, motivasi mereka yang paling penting adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Urusan gaji malah nomor tiga," ucapnya.

Lebih lanjut, Santitarn mengatakan motivasi pekerjaan guna memberikan dampak positif lebih banyak direncanakan oleh anak muda Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan.