close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto dokumentasi.
icon caption
Foto dokumentasi.
Daerah
Selasa, 21 November 2023 16:43

Kerap bagikan alat tulis kepada anak-anak, ini alasan Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu sering membagikan seperangkat alat tulis sekolah, terutama buku kepada anak-anak.
swipe

Dikenal dekat dengan anak-anak, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu sering membagikan seperangkat alat tulis sekolah, terutama buku. Hal itu dilakukannya dalam setiap acara dan kunjungan kerja di sejumlah tempat.  

Apa alasannya?

Ternyata memberikan alat tulis sekolah dan buku dilakukan Mbak Ita, sapaan akrabnya, untuk memotivasi anak-anak agar semakin giat belajar. "Ini mendorong supaya anak-anak giat belajar di tengah gempuran gadget yang mana saat sekarang ini banyak disuguhkan mungkin tontonan-tontonan belum saatnya mereka melihat," kata Mbak Ita, di Balai Kota Semarang, baru-baru ini.

Mbak Ita selalu menyempatkan diri bercengkerama bersama anak-anak di setiap perjalanan dinasnya. Tidak hanya sekadar bersalaman, bermain, maupun bercanda. Melainkan juga menanyakan hal-hal kecil kepada mereka. Mulai tentang sekolah, hobi, hingga cita-cita.

Wali Kota Semarang perempuan pertama ini selalu menyimpan alat tulis sekolah seperti, pensil, bolpoin, buku tulis, penggaris, penghapus, rautan, dan lain-lain di bagasi mobilnya. Tak hanya itu, juga ada buku bacaan anak-anak.

Seperti saat pembagian alat tulis sekolah di Balai Kota Semarang, Senin (20/11), kehebohan terjadi. Para orang tua saling tak menyangka bisa bertemu dengan orang nomor satu di Kota Semarang yang sekaligus membagi-bagikan peralatan sekolah untuk anaknya.

Antrean ingin berswafoto dengan wali kota pun tampak mengular. Bahkan, karena ingin segera berfoto, tak jarang mereka berebut dengan mendekati Mbak Ita supaya langsung dijepret kamera.

"Saya harapkan mereka bisa rajin belajar, saat ini bukan lagi online, sistem belajarnya offline, sehingga mereka akan makin semangat," katanya.

Aksi bagi-bagi alat tulis itu telah menjadi kebiasaan lulusan SMAN 1 Semarang itu. Menjadi sebuah tradisi menebar kebahagiaan mendorong generasi bangsa menempuh pendidikan. Termasuk mengajarkan kepada calon Indonesia Emas akan pentingnya berbagi dengan sesama.

"Kita tahu, kompetisi mereka makin lebar, di 2045 bonus demografi hampir 60% sampai 70%, di mana piramida sudah terbalik," ujarnya.

Melihat perkiraan bonus demografi yang melimpah tersebut, Mbak Ita menyebutnya sebagai pemicu untuk menciptakan program-program pendukung. Dalam menempuh pendidikan, calon generasi penerus harus diberikan fasilitas yang terbaik.

"Itu sebenarnya pancingan. Program-program pemerintah ini salah satunya sekolah negeri, ada juga sekolah swasta yang digratiskan untuk warga Kota Semarang, dan kemudian juga beasiswa," tutur alumnus Universitas Pembangunan (UPN) Veteran Yogyakarta itu.

Tak berhenti di situ, Mbak Ita mengungkap tujuan mencetak masa depan bangsa itu juga perwujudan dalam mengentaskan kemiskinan hingga persoalan stunting yang masih menjadi momok segenap masyarakat karena ketidakpastian global.

Termasuk Kurikulum Merdeka Belajar yang memberikan kebebasan dalam menggali potensi-potensi yang dimiliki setiap anak dengan kemandirian masing-masing. Seluruh kepentingan untuk dunia pendidikan itu, akan diimplementasikan dengan tujuan Kota Semarang sebagai Kota Cerdas atau Smart City.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan