sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Muak dengan korupsi, rakyat desak Presiden Guatemala mundur

Demonstrasi digelar ribuan warga Venezuela untuk menentang keputusan Presiden Morales mengakhiri mandat lembaga antikorupsi CICIG.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 21 Sep 2018 12:39 WIB
Muak dengan korupsi, rakyat desak Presiden Guatemala mundur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Ribuan orang turun ke jalan di sejumlah kota besar dan kota kecil di Guatemala pada Kamis (20/9). Mereka menuntut pengunduran diri puluhan legislator dan pejabat, termasuk Presiden Jimmy Morales.

Protes tersebut didorong oleh keputusan Morales bulan lalu yang tidak memperbarui mandat Komisi Internasional Melawan Impunitas (CICIG), yang didukung PBB, yang akan berakhir pada September 2019. Morales juga melarang komisioner CICIG untuk masuk kembali ke Guatemala.

"Kami lelah dengan begitu banyak korupsi," tutur Luz Emilia Ulario, yang ikut berdemonstrasi di Santa Cruz del Quiche, 129 km di barat laut Guatemala City.

"Kami di sini memprotes ketidakadilan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat. Presiden tidak pernah berpihak pada rakyat. Dia selalu membela oligarki," imbuhnya.

Selama lebih dari satu dekade, CICIG telah membantu melengserkan sejumlah pejabat yang melakukan korupsi. Di bawah komisaris utama Ivan Velasquez, komisi itu telah membantu para jaksa Guatemala untuk menyelidiki dan mengadili puluhan hakim, eksekutif, dan pejabat, termasuk eks Presiden Otto Perez Molina.

Terpilih pada 2015, Presiden Morales didukung oleh CICIG, namun tidak lama dia menjadi subyek investigasi atas ongkos kampanye ilegal. Dia telah membantah melakukan pelanggaran. Partai dan kerabat Morales juga mendapat kecaman atas dugaan korupsi.

Keputusan Morales untuk mengakhiri kerja CICIG dan melarang Velasquez, tidak hanya memicu protes, namun juga upaya hukum. Pekan lalu, Mahkamah Konstitusi memerintahkan agar Moralez mengizinkan Velasquez kembali ke Guatemala.

Permintaan itu direspons pemerintah dengan mengatakan, putusan MK tidak berlaku bagi Velasquez karena namanya tidak secara khusus disebutkan dalam putusan. Hal ini memberikan PBB waktu 48 jam untuk mengumumkan pengganti Velasquez.

Sponsored

Pada Rabu lalu, PBB mengatakan Velasquez akan tetap menjabat sebagai komisaris CICIG. Mahkamah Konstitusi juga mengklarifikasi putusannya dengan mencatumkan nama Velasquez dan memerintahkan Morales untuk tidak membuat pernyataan atau tindakan apapun terhadap komisaris CICIG. (Al Jazeera)

Berita Lainnya