Anwar Ibrahim: Saya tidak pernah kehilangan harapan

Pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengungkapkan, Malaysia akan memasuki era keemasan baru usai digulingkannya rezim korup BN.

 Anwar Ibrahim: Saya tidak pernah kehilangan harapan Perdana Menteri Malaysia ke-7 Tun Dr Mahathir Mohamad (kedua kanan) didampingi itri tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail (kedua kiri) memberikan keterangan kepada pers di Yayasan Al-Bukhari, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (11/5)./ Antarafoto

Pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengungkapkan, Malaysia akan memasuki era keemasan baru usai digulingkannya rezim korup Barisan Nasional (BN). Dia menawarkan harapan untuk semua orang yang menginginkan kebebasan di mana saja.

Anwar juga memperingatkan satu pemilu tidak merupakan tujuan demokrasi. “Saya selalu percaya pada kebijaksaan rakyat bahwa kita bertarung cukup keras,” katanya dalam wawancara dengan Fairfax Media.

Dia menegaskan, era keemasan adalah pondasi yang penting. “Ketika demokrasi dinikmati banyak orang di dunia, saya berharap rakyat Malaysia memiliki harapan seperti banyak orang di dunia yang memiliki kebebasan,” terangnya.

Anwar akan menjabat sebagai PM setelah satu atau dua tahun kekuasaan PM Mahathir Mohamad. Hari ini Anwar akan mendapatkan pengampunan dari Yang Dipertuan Agong Malaysia sehingga dia bisa aktif ke dunia politik.

“Saya sudah bekerja sama dengan Mahathir selama bertahun-tahun. Dia memahami tentang Malaysia secara mendalam dan keinginan rakyat Malaysia,” kata Anwar. Kemitraan antara ia dan Mahathir, imbuhnya, merupakan hal penting untuk mengatasi sistem yang korup yang menghancurkan Malaysia.

Selama berada di penjara, Anwar mengungkapkan keluarga sangat membawa pengaruh pada posisinya. “Selama di penjara menjadi periode sulit bagi anak-anak dan istrinya,” ungkapnya. Saat di penjara pula, Anwar mengaku dirinya sangat merindukan anak-anak.

“Selama berhari-hari dan berminggu-minggu, saya tidak pernah kehilangan harapan. Meskipun dari balik jeruji besi penjara, saya merasakan kemarahan terhadap rezim korupsi yang terus meningkat dari hari ke hari,” ujar Anwar.

Sementara itu, Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Muhammad V mengundang Anwar Ibrahim untuk audiensi di Istana Kerajaan setelah dibebaskan hari ini. “Pertemuan digelar pukul 12.30,” kata Deputi Presiden PKR Azmin Ali.

Anwar Ibrahim keluar dari rumah sakit dengan mengenakan jas berwarna hitam setelah dinyatakan bebas. Dia didampingi istrinya Wan Azizah Wan Ismail. “Raja Malaysia sudah memberikan pengampunan penuh dan membatalkan semua tuduhan di masa lalu,” kata pengacara Anwar, Sivarasa Rasiah dilansir Channel News Asia.


Berita Terkait