sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi berlakukan jam malam, KBRI rilis imbauan

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 511 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 17 orang dilaporkan telah sembuh

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Mar 2020 19:40 WIB
Arab Saudi berlakukan jam malam, KBRI rilis imbauan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

KBRI Riyadh mengumumkan bahwa demi mencegah penyebaran coronavirus jenis baru, mulai Senin (23/3), pemerintah Arab Saudi akan memberlakukan jam malam skala nasional.

"Raja Salman bin Abdulaziz mengeluarkan dekrit pemberlakuan jam malam dari pukul 19.00-06.00 yang berlaku mulai 23 Maret selama 21 hari," jelas KBRI Riyadh dalam keterangan yang diterima Alinea.id.

KBRI menjelaskan, ketentuan pembatasan jam malam tersebut tidak akan berlaku bagi pegawai pemerintah dan swasta termasuk petugas keamanan, aparat militer, pekerja media, dan petugas kesehatan.

"Menyikapi perkembangan ini, KBRI Riyadh meminta seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan waspada, selalu jaga kesehatan pribadi, serta ikuti petunjuk yang diberikan aparat setempat guna membatasi penyebaran coronavirus," lanjut KBRI.

Selama pemberlakuan jam malam, KBRI Riyadh meminta WNI untuk tetap tinggal di rumah masing-masing, tidak bepergian, dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.

"Di luar jam malam, KBRI Riyadh tetap mengimbau WNI tetap melakukan pekerjaan dari rumah, menunda perjalanan, dan menghindari beraktivitas di luar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak," jelas pernyataan KBRI.

KBRI Riyadh juga meminta WNI untuk melakukan proses lapor diri melalui peduliwni.kemlu.go.id, terutama bagi WNI yang belum pernah melaporkan kedatangannya ke KBRI atau KJRI Jeddah.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 511 kasus positif Covid-19, 104 di antaranya adalah warga Arab Saudi, 67 ekspatriat, dan 340 lainnya belum disebutkan kewarganegaraannya. Riyadh mencatat kasus terbesar dengan 200 orang, Makkah 143 orang, Qatif 54 orang, dan Jeddah 43 orang.

Sponsored

Dari 511 kasus penularan, 17 orang dilaporkan telah sembuh dan hingga kini belum ada pasien yang meninggal di Arab Saudi.

Berita Lainnya