sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi kembali tangkap aktivis, salah satunya tengah hamil

Kali ini ada delapan aktivis yang ditangkap. Dua di antaranya berkewarganegaraan ganda AS dan Arab Saudi.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 05 Apr 2019 18:04 WIB
Arab Saudi kembali tangkap aktivis, salah satunya tengah hamil

Arab Saudi dilaporkan menahan delapan orang termasuk dua di antaranya berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat-Arab Saudi, dalam serangkaian penangkapan baru yang menargetkan pendukung hak-hak perempuan dan mereka yang memiliki ikatan dengan aktivis yang dipenjara. Demikian diungkapkan oleh sumber yang mengetahui isu ini.

Penangkapan terjadi di tengah protes global atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh agen Arab Saudi dalam operasi yang diarahkan oleh mantan ajudan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Orang-orang yang ditangkap, yang hampir semuanya ditahan pada Kamis (4/4), tidak dianggap sebagai aktivis garis depan. Mereka adalah penulis dan advokat yang diam-diam mendukung reformasi sosial yang lebih besar dan sebagian besar memiliki ikatan dengan sekelompok aktivis hak-hak perempuan yang saat ini diadili.

Mereka yang ditahan termasuk seorang wanita hamil dan tujuh pria. Dua orang yang berkewarganegaraan ganda adalah Badr al-Ibrahim, seorang penulis dan dokter, dan Salah al-Haidar, yang ibunya adalah aktivis hak-hak wanita terkemuka Aziza al-Yousef. 

Aziza al-Yousef baru-baru ini dibebaskan dari penjara untuk sementara.

Sebelumnya, seseorang yang juga berkewarganegaraan ganda, Walid al-Fitaihi, telah lebih dulu mendekam di penjara Arab Saudi sejak akhir 2017.

Walid, yang menurut keluarganya mengalami penyiksaan di penjara, bekerja sebagai dokter di daerah Boston sebelum dia kembali pada 2006 ke negara asalnya, Arab Saudi, untuk membantu mendirikan rumah sakit yang digagas keluarganya.

Hampir semua yang ditahan pada Kamis dibawa dari rumah mereka di Riyadh. Satu orang ditangkap di kota timur Dammam.

Sponsored

Individu-individu itu tidak aktif secara politik di Twitter dan tidak banyak dikutip di media asing. Kelompok itu secara longgar memiliki ikatan satu sama lain, beberapa sebagai teman dan lainnya melalui lingkaran intelektual, termasuk dengan aktivis Arab Saudi yang tinggal di luar negeri.

Mereka yang ditangkap termasuk Khadijah al-Harbi, seorang penulis feminis yang sedang hamil, suaminya, Thumar al-Marzouqi, juga seorang penulis; Mohammed al-Sadiq dan Abdullah al-Dehailan, keduanya adalah penulis; dan Fahad Abalkhail, seorang aktivis yang mendukung hak perempuan untuk mengemudi.

Anas al-Mazroui, seorang dosen di King Saud university, diyakini juga telah ditahan bulan lalu. Dia tidak diketahui terlibat aktif dalam pekerjaan terkait HAM. Diduga kuat dia ditahan tidak lama setelah menyebutkan nama sejumlah aktivis hak-hak perempuan yang ditahan selama diskusi panel tentang HAM di sebuah pameran buku di Arab Saudi.

Orang yang mengetahui penangkapan para aktivis itu mengatakan kelompok itu termasuk di antara 13 orang yang ditempatkan di bawah larangan perjalanan sejak Februari.

Sementara itu, saudara kandung Loujain al-Hathloul, seorang aktivis yang ditahan sejak Mei, menyatakan di Twitter minggu ini bahwa mereka ditekan untuk tetap diam tentang penangkapannya dan klaim penyiksaannya. Saudara-saudara kandung Loujain tinggal di luar Arab Saudi. Ayah mereka yang tinggal di Arab Saudi sebelumnya sempat ditahan setelah mentwit tentang hukuman penjara putrinya.

Loujain dan Aziza adalah dua di antara hampir belasan wanita yang diadili atas tuduhan terkait dengan aktivisme mereka, yang termasuk kampanye untuk hak mengemudi sebelum larangan itu dicabut tahun lalu dan menyerukan diakhirinya undang-undang perwalian.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya